| Rabu, 14 Maret 2007 | BANYUMAS |
Bibit Gurami Cilacap Diminati Petani JabarMEMBUAT bibit ikan gurami menjadi pilihan H Sarno (57). Sebenarnya pada tahun 1970 dia sudah mendapat bekal tentang tata cara budi daya ikan air tawar ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan di Do School Majenang. Namun pengetahuan dan keterampilannya itu baru ia praktikkan sejak tahun 1990. ''Saya mulai tertarik membuat bibit gurami setelah tahu permintaan bibit gurami dari Jawa Barat sangat tinggi,'' ungkap warga Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, Cilacap. Dia mengaku banyak belajar dengan cara praktik menangkarkan induk gurami dalam kolam plastik. Dia mencatat semua kegiatan pembibitan dari memilih induk, teknik bubi daya, perlakuan sejak masih larva sampai bibit sebesar biji oyong siap jual. Ternyata pembibitan ikan gurami lebih banyak mendatangkan hasil dibandingkan dengan pembibitan jenis ikan lain. ''Pejantan gurami melakukan poligami sehingga anakannya banyak. Namun saya lebih memilih indukan karena pertumbuhannya cepat," tutur Ketua Kelompok Tani Ikan Harapan Makmur itu. Untuk membuat bibit, lanjut dia, dari induk dengan pertumbuhan cepat itu harus dihindari perkawinan sedarah agar bisa mempertahankan genetika. Dia menilai bibit gurami, baik lokal maupun bibit yang dikatakan unggulan, sebenarnya sama saja asal dipelihara secara baik, terutama penyiapan kolam untuk ndhedher. Dia mencontohkan, kolam untuk ndhedher berukuran 10x15 itu meter dikeringkan lebih dahulu sebagai langkah untuk sterilisasi. Ketika tanah sudah kering dan terlihat pecah-pecah langsung diberi pupuk kandang kering sekitar 50 kg, urea 2 kg, cacahan batang pisang kemudian direndam air selama lima sampai tujuh hari. Selanjutnya, ditebari benih berumur 25 hari seukuran biji oyong. Untuk mencegah cacar, kata ayah satu anak itu, ia memanfaatkan obat tradisional berupa daun kali kenyan. Menurut petani ikan dari Klaten, daun itu lebih dikenal dengan sebutan randha kadhemen (janda kedinginan). Praktik ndhedher gurami itu dilakukan sederhana berdasarkan pengamatan sehari-hari. Menurutnya, bibit gurami dari Desa Limbangan diminati banyak petani ikan dari Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Pedagang bibit sangat membantu pemasaran hasil pembibitan ikan yang dilakukan para petani. (Anton Soeparno-71) |