| Rabu, 14 Maret 2007 | BANYUMAS |
Bantuan Lisus Dikhawatirkan DisunatPURWOKERTO-Bantuan untuk korban angin lisus di Banyumas, Selasa (13/3), sudah tersalurkan seluruhnya. Yang terakhir menerima bantuan adalah korban di Kecamatan Karanglewas dan Kedungbanteng. Sehari sebelumnya disalurkan untuk Kecamatan Baturraden, Sumbang, dan Pekuncen. Termasuk santunan ke keluarga untuk korban meninggal dunia, luka-luka. Total bantuan yang sudah disalurkan Rp 192.142.500. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi penyimpangan di bawah. Sebab, penyaluran itu melibatkan banyak instansi mulai dari Bagian Kesra Setda, kecamatan dan desa. Dari desa turun lagi ke RW dan RT baru sampai ke tangan warga yang bersangkutan. ''Kami mengkhawatirkan bantuan yang sampai ke warga tidak sesuai dengan yang dilaporkan. Karena itu, kalau ada warga yang merasa bantuannya tidak utuh bisa melapor ke DPRD maupun pihak berwenang,'' kata anggota Komisi A DPRD Hendro Kuncoro, kemarin. Kurang Transparan Kekhawatiran anggota DPRD dari PKS ini, karena dia menilai mekanisme proses monitoring penyaluran bantuan selama ini kurang transparan atau kurang terbuka. Masyarakat juga kadang takut untuk mengadu atau melapor. Kemungkinannya itu terjadi di bawah atau di tengah masyarakatnya sendiri. Seperti halnya penyaluran bantuan-bantuan dari pemerintah yang lain seperti SLT beberapa waktu lalu. ''Ini kan sifatnya hanya imbauan demi kebaikan bersama. Kalau tidak terjadi penyimpangan ya itu yang diharapkan semua pihak. Kan lebih baik ada kontrol sejak awal,'' tegasnya. Data di Bagian Kesra menyebutkan, jumlah rumah yang dibantu 227 buah. Terdiri atas, rumah hancur 10 buah, rusak berat 92, dan rusak ringan 125 buah. Korban meninggal satu orang dengan santunan Rp 1,2 juta, luka-luka tiga orang menerima Rp 500.000-Rp 750.000. Untuk rumah hancur Rp 1,5 juta, rusak berat Rp 1 juta, rusak ringan dari keluarga kurang mampu Rp 500.000-Rp 750.000. (G22-36) |