logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Maret 2007 BANYUMAS
Line

''Yang Dipakai Hanya 100-300 Liter Per Detik''

PURWOKERTO-Direktur PDAM Banyumas Ahmad Hussein secara terpisah dalam keterangannya kepada wartawan menyatakan, pemakaian air Sungai Banjaran di Ketenger Baturraden hanya 100-300 liter/detik. Sedangkan debet air di sungai tersebut (pusat sumber air) sekitar 4.500 liter/detik. Airnya termasuk masih melimpah.

''Jadi, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Apalagi rencananya nanti kami memakainya saat musim penghujan saja,'' kata Hussein, kemarin.

Saat menggunakan air tersebut, jelasnya, juga disesuaikan dengan tingkat kebutuhan air ke petani khususnya di daerah hilir.

Caranya, di sepanjang saluran irigasi yang ada bendungan akan dipasangi patok-patok, sebagai tanda pengukur kebutuhan air ke sawah-sawah.

''Air kami pakai setelah suplai kebutuhan air ke petani sudah tercukupi,'' tandasnya.

Dia menyatakan, secara teknis sebenarnya air yang akan diambil tidak akan berpengaruh sampai ke hilir.

Sebab, sebagian besar petani di daerah tersebut mengambil air dari Sungai Logawa.

Saat musim kemarau air Sungai Banjaran mengalirnya juga paling panjang sampai ke Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng.

''Untuk sosialisasi pada mereka memang belum kami lakukan. Itu baru kami rencanakan dua minggu mendatang,'' katanya.

Sudah Lama

Wacana penggunaan air Sungai Banjaran dengan cara memanfaatkan sisa air yang dibendung untuk PLTA Ketenger, sudah bergulir sejak lama. Tahun 2006 lalu, Paguyuban Petani Sri Maneges sudah pernah menyampaikan penolakan saat diadakan pertemuan kelompok tani pengguna air (Darmatirta) di Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan.

Wacana ini kembali bergulir setelah Bupati Banyumas mengeluarkan surat No 005/1099 tertanggal 21 Januari 2007 tentang Sosialisasi Pemanfaatan Air Sungai Banjaran untuk Air Minum.

Surat tersebut ditujukan kepada camat Kedungbanteng untuk ditindaklanjuti. Kemudian ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan konsultasi publik ke warga sekitar dan dinas terkait, 24 Februari 2007 di Balai Desa Beji Kedungbanteng.

Selain dari dinas terkait Pemkab, juga hadir dari unsur Pemdes, BPD, tokoh masyarakat sekitar serta LSM Hiperkabalu (Himpunan Pengguna Air Banjaran Hulu). (G22-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA