logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 SALA
Line

Tetangga Tak Ada yang Tahu

  • Soal Penipuan Berhadiah

BOYOLALI- Warga yang berdiam dekat Mega Asia Grosir dan Ritel di Jalan Pandanaran 287 Boyolali, mengaku tidak tahu menahu tentang kegiatan toko tersebut. Mereka bahkan kaget saat melihat puluhan orang datang ke sana untuk mengambil hadiah.

Seperti dikemukakan Naryo (45) yang rumahnya berada di sebalah utara Mega Asia. Dia heran mengetahui ada sejumlah warga tertipu. Sepengetahuannya, toko tersebut tidak memajang barang- barang dalam jumlah banyak. Di bagian depan hanya terdapat beberapa kipas angin serta majic jar. Pernah di melongok ke dalam, ada lima buah TV warna berbagai merek.

''Karena itu saya juga heran, kok banyak yang tertarik membeli barang di situ. Katanya bakal mendapat hadiah sepeda motor,'' ujarnya.

Seperti diberitakan, dua warga Boyolali yang terpaksa kehilangan uang masing- masing Rp 3,99 juta untuk membeli barang karena tergiur hadiah sepeda motor. Ironisnya, mereka mengaku barang- barang yang dibeli tersebut tidak dibutuhkan. Keduanya pun melaporkan dugaan penipuan itu ke Mapolsek Boyolali Kota. Menurut seorang korban, Priyo Sarjono (42) warga Sidomulyo, Kecamatan Ampel, jumlah korban mencapai puluhan orang.

Partai Besar

Dia pernah bertanya kepada seorang karyawan toko, saat bersama-sama pergi masjid untuk shalat Jumat. Karyawan tersebut mengaku tokonya hanya melayani pembelian dalam partai besar. Misalnya, kalau mau membeli TV minimal berjumlah 10 buah.

''Nampaknya jawaban itu dimaksudkan agar warga sekitar tidak membeli barang di sana. Sayang saya tidak bertanya nama karyawan tersebut.''

Warga lain, Fitri (39) menjelaskan, toko yang digunakan Mega Asia dan Ritel adalah milik warga Solo. Toko tersebut berupa sebuah rumah yang disekat menjadi tiga bagian. Mega Asia mengontrak sisi selatan.

Bagian tengah digunakan penjual mie yang buka setiap sore hari, sedangkan sisi utara masih kosong. Namun dia mengaku tidak tahu menahu kegiatan toko tersebut.

Kapolres Boyolali AKBP Muhari melalui Kapolsek Boyolali Kota AKP Sukamto kembali menegaskan masih melakukan penyelidikan. Hingga kemarin, baru dua orang yang melapor. Namun menurut informasi korbannya mencapai puluhan orang.(G10-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA