logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 SALA
Line

Kantor Kelurahan Bulakan Disegel Warga

  • Demo Tuntut Lurah Diganti

SUKOHARJO - Kantor Kelurahan Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, kemarin disegel ratusan warga. Penyegelan itu merupakan buntut kekecewaan warga, setelah belum ada keputusan pasti soal tuntutan mereka yang menginginkan Lurah Bulakan Sulistiyanto diganti.

Seluruh pintu dan jendela kantor dipalangi kayu. Warga juga menempelkan poster bertuliskan "Kantor Ini Milik Rakyat", "Dilarang Masuk Sebelum Ganti Lurah", "Lurahe Gedhe Ndase", dan sebagainya. Pintu gerbang kantor dirantai oleh warga.

Di bagian atas gerbang dipasang poster bertuliskan "Kantor Ini Disegel Oleh Warga". Kain putih panjang yang sudah dibubuhi tanda tangan ratusan warga Bulakan yang menginginkan Lurah Sulistiyanto lengser dipasang menutupi papan nama kantor.

"Kantor ini tidak boleh dibuka, sebelum ada tindak lanjut dari Pemkab Sukoharjo. Warga diharapkan jangan melakukan tindakan yang merugikan," ujar Sulaeman, Ketua Forum Masyarakat Kebijakan dan Keadilan (Formasi Jalan).

Sebelum tindakan itu dilakukan, massa melakukan aksi di salah satu jalan kampung. Mereka berdialog dengan Camat Sukoharjo Winarno. Saat itu, Winarno mengungkapkan kalau tuntutan warga agar Lurah Bulakan diganti sudah disampaikan kepada Bupati Bambang Riyanto.

"Kemarin siang (Selasa, Red), saya sudah matur Pak Bupati. Tapi beliau menyatakan, bahwa Lurah Bulakan Sulistiyanto akan diganti," kata Camat.

Sudah Tenang

Soal kapan akan diganti, Bupati menyatakan jika masyarakat Bulakan sudah tenang. "Jadi saya tegaskan, yang punya kewenangan soal ini adalah Bupati. Saya hanya menjembatani," ujarnya.

Jawaban itu rupanya belum memuaskan warga. Mereka menuntut agar Camat membubuhkan tanda tangan pada secarik surat bersegel, sebagai bentuk tanggung jawab bahwa Lurah Bulakan benar-benar akan diganti.

Namun tuntutan itu tidak bisa dipenuhi Camat. Warga yang kesal kemudian bergerak menuju kantor Kelurahan Bulakan untuk berdemonstrasi di tempat itu.

Sementara Ketua LPM Desa Bulakan Jarot mengatakan, dalam pertemuan Selasa malam keluar keputusan dari Formasi Jalan yang menuntut mulai kemarin sampai Senin depan Lurah Sulistiyanto tidak lagi ngantor di Kelurahan Bulakan.

Untuk informasi, aksi itu timbul setelah warga kecewa dengan kepemimpinan Sulistiyanto. Dia dituduh tidak transparan soal dana bantuan Rp 180 juta untuk perajin mebel yang menjadi korban gempa di desa tersebut. (fan-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA