| Kamis, 08 Maret 2007 | NASIONAL |
Mbah Tardjo: Menhub Harus MundurJAKARTA - Menyusul terjadinya musibah di bidang transportasi yang berlangsung secara beruntun, termasuk terbakarnya pesawat Garuda GA 200 kemarin, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dituntut agar mengundurkan diri. "Dengan musibah ini, tidak ada lagi alasan bagi Menhub untuk bertahan. Ini malapetaka yang luar biasa dan kecelakaan di Indonesia terjadi secara beruntun," kata Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR RI kemarin. Politikus senior yang biasa disapa dengan Mbah Tardjo itu meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mereshuffle kabinet. "Saya mengusulkan agar Presiden segera melakukan reshuffle kabinet, dengan memasukkan orang-orang yang dianggap mampu menjalankan tugasnya," katanya. Dikatakan, Hatta Radjasa seharusnya malu, karena pesawat terbang ada yang terbakar. "Ada juga yang hilang dan belum ketemu. Kapal penumpangnya tenggelam, kereta apinya terguling. Kalau Menhub tidak mundur, maka sama saja tidak tahu malu." Dia mencontohkan budaya malu di Jepang, ketika ada pesawat yang menabrak gunung, maka menterinya langsung menggundurkan diri. Itu lebih terhormat, daripada menunggu dicopot Presiden. Mbah Tardjo mengkritik SBY yang dinilainya sebagai peragu. "SBY harus berani bertindak tegas. Dia harus memprioritaskan keselamatan rakyatnya. Sudah banyak yang meninggal, tapi penanganannya kok belum maksimal," ujarnya. Wakil Ketua DPR ini bahkan minta agar SBY diruwat. "Saya ngeri, sebab auranya sudah merah. Tidak hanya SBY, Gubernur DIY juga harus diruwat. Ini demi keselamatan bangsa." Bertanggung Jawab Ketua Agung Laksono juga meminta agar pemerintah ikut bertanggung jawab. Presiden harus memberikan perhatian lebih dengan meminta pertanggungjawaban menterinya. "Kami juga meminta pemerintah menangani musibah ini dengan sebaik-baiknya. Begitu pula dengan instansi lainnya untuk merawat korban yang luka, serta memberikan santunan," tegasnya. Dia mengingatkan, keselamatan transportasi tidak hanya menjadi tanggung jawab operator transportasi udara, laut dan darat. "Musibah ini patut disayangkan. Untuk itu, SBY perlu melakukan audit total." Dikatakan, dengan meningkatnya frekuensi lalu lintas, maka pelayanan, fasilitas dan infrastrukturnya harus ditingkatkan. "Sebab, infrastruktur yang ada sudah ketinggalan zaman dan belum menyesuaikan diri dengan perkembangan," tambahnya. Anggota Komisi V DPR (bidang perhubungan) Taufik Kurniawan menyatakan prihatin yang mendalam dengan musibah GA 200 tersebut. "Ini tentunya harus dicari penyebabnya. Karena itu perlu ada penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh KNKT," katanya menjawab Suara Merdeka semalam. Terkait dengan masalah ini, dia mendukung langkah restruktutisasi dilingkungan Dephub seperti adanya reposisi yang diharapkan akan memberikan angin segar terhadap perubahan manajemen. "Ini juga berkaitan dengan kesepakatan Menhub dengan Komisi V DPR yang menyatakan agar Tahun 2007 merupakan tahun keselamatan transportasi," tambahnya. Pasrah Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di Yogyakarta menyatakan pasrah jika memang harus dicopot dari jabatannya. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi mengatakan, belum membahas kemungkinan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencopot Hatta dari jabatannya sebagai Menghub. "Kita akan menggelar rapat Komisi V di Jakarta, pekan depan baru kita bicarakan," kata Yoseph.(H28,nas,dtc-46,49) |