logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 NASIONAL
Line

Dampak Kecelakaan Pesawat

Komisi C Batal ke Padang, Komisi E Pulang Naik Kereta

SEMARANG- Kecelakaan pesawat terbang secara beruntun membuat minder sejumlah anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah yang sedang melakukan kunjungan kerja di Jakarta. Mereka yang berencana kembali ke Semarang Kamis ini, ada yang memutuskan pulang lewat jalur darat.

Bahkan Komisi C DPRD yang akanberangkat kunjungan ke Padang Sumatera Barat kemarin, membatalkan keberangkatan meski tiket pesawat Garuda sudah dipesan.

"Kami nggak jadi ke Padang. Kecelakaan pesawat Garuda jurusan Jakarta-Yogyakarta secara psikis mempengaruhi pembatalan kunjungan kerja. Mestinya terbang jam 09.00. Pada pukul 08.30, sebanyak 18 anggota Komisi C, 1 pimpinan DPRD dan 4 orang eksekutif sudah kumpul di Bandara Ahmad Yani. Akhirnya kami sepakat membatalkan keberangkatan," jelas Sekretaris Komisi C Noor Rosyadi.

Selain karena kecelakaan pesawat, ungkapnya, Pemprov Sumatera Barat sedang sibuk mengatasi korban gempa. Banyak pejabat pusat ke sana. Bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Mukhtar Bukit Tinggi yang akan dikunjungi juga kebanjiran pasien.

Lain lagi cerita kunjungan kerja Komisi E di Jakarta. Menurut Sekretaris Komisi E Thontowi Jauhari, rombongan berangkat naik pesawat Garuda, Senin (5/3). Akan tetapi, pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Soekarno-Hatta karena hujan deras di Cengkareng. "Pesawat yang kami tumpangi transit dulu di Palembang. Lalu kembali terbang ke Jakarta," kata dia.

Setelah mengetahui kecelakaan pesawat Garuda, ada sebagian yang berencana pulang melalui jalur darat. "Terima kasih infonya. Insya Allah, pulang naik pesawat Garuda pada Kamis sore. Doakan kami selamat, Mas. Ada sebagian yang lewat darat, tapi lengkapnya tidak tahu siapa saja," kata Mahmud Mahfudz, anggota Komisi E dari FPKS.

Anggota Komisi E dari FPKB Ali Mansyur menambahkan, sesuai rencana kepulangan menggunakan pesawat Garuda. "Namun kayaknya ada beberapa yang ancang-ancang naik kereta. Siapa saja yang akan naik kereta belum jelas, tadi baru rasan-rasan. Namun yang jelas, saya tetap sesuai rencana naik pesawat Garuda, karena hidup-mati sudah ada takdirnya." (G17,H7-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA