logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 KEDU & DIY
Line

Ombak Masih Besar, Nelayan Tak Melaut

GOMBONG- Sejak sepekan ini ombak Samudera Indonesia masih besar. Ombak disertai angin kencang itu membuat sebagian besar nelayan di Pantai Selatan Kebumen tak bisa melaut.

Aktivitas nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) Pedalen Desa Argopeni, TPI Karangduwur, dan TPI Pasir, semuanya di Kecamatan Ayah, siang kemarin sepi. Dari ribuan nelayan yang mangkal di tiga TPI itu, hanya satu dua yang mencoba mencari ikan di laut.

Suparso (25), nelayan warga Desa Jintung Ayah saat ditemui usai mendarat di TPI mengaku, ia berani melaut namun tak bisa jauh. Paling hanya bisa menaiki perahu sejauh dua kilometer sehingga hanya mendapat ikan jenis tombol 40 kg dan layur 8 kg.

Munurut Suparso, ombak besar tak hanya di tepi pantai, namun semakin ke tengah dengan ketinggin gelombang lebih dari 2,5 meter. Kondisi itu menyulitkan para nelayan pantai selatan Kebumen yang umumnya hanya memakai perahu kecil jenis fiberglass dan mesin perahu maksimal 15 PK.

Gasimun (54), nelayan asal Desa Pasir mengemukakan, ombak besar itu telah berlangsung hampir satu minggu. Akibatnya, dia dan nelayan lain kesulitan menjangkau laut yang agak jauh. Hasil tangkapan ikan pun merosot.

Ia juga heran dalam kondisi ombak tinggi dan angin laut yang kencang seolah ikan menjauh. Hari itu ia berangkat melaut sejak pukul 05.30 dan mendarat sekitar pukul 12.30. Namun dia hanya memperoleh 25 kilogram layur dan 6 kilogram rajungan atau kepiting yang besar.

Salah Jalur

Bahkan Pasirno (35), nelayan lain, hari itu hanya memperoleh tiga kilogram rajungan. Namun ia beruntung lantaran bahan bakar seharga Rp 150.000 baru terpakai separo. Harga rajungan per kilogram lumayan baik, mencapai Rp 18.000.

Di TPI Pasir, para nelayan umumnya menjual ikan langsung ke pedagang yang telah menunggu. Nelayan menjual dengan harga Rp 4.000 per kilogram. Namun pedagang melempar ke pengepul atau pembeli eceran seharga Rp 7.000/kg.

Tingginya gelombang pasang itu menyebabkan ribuan nelayan beberapa hari ini tetap menganggur. Ratusan kapal di TPI Pasir hanya juga diparkir di tepi pantai. Bahkan ada beberapa perahu yang nekat melaut juga kesulitan mendarat lantaran gelombang pasang masih tingggi.

Menurut nelayan, kondisi TPI Pasir memang terlalau sempit. Jika perahu salah menepi akibatnya harus menunggu air laut surut. Nelayan yang salah jalur itu menungu minimal 30 menit sampai satu jam agar air surut baru bisa membawa perahunya mendarat. Sukamsi, relawan Tim SAR Pantai Logending mengatakan, gelombang pasang itu terjadi beberapa hari ini. Pihaknya bersama tim terus bersiaga memantau para wisatawan. Sejauh ini di objek wisata Pantai Logending masih aman.(B3-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA