| Kamis, 08 Maret 2007 | EKONOMI |
Perbankan Siap Biayai Industri TekstilJAKARTA-Perbankan siap membiayai sektor industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) untuk bangkit kembali. Dengan syarat, pengusaha sektor ini harus lebih percaya diri dalam mengembangkan industri mereka. Demikian dijelaskan Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono di Jakarta kemarin. Menurut dia, secara umum bank ingin TPT bangkit kembali, tetapi pengusahanya harus percaya diri dulu, baru bank dapat mengucurkan dana. ''Bank menganggap pembiayaan di sektor TPT masih berisiko karena dalam sejarahnya, masalah di sektor ini cukup tinggi. Namun, secara umum NPL (Non Performing Loan) sudah membaik, sehingga perbankan sudah siap membiayai industri TPT,'' paparnya. Kata dia, adanya restrukturisasi kredit dari industri tekstil membuat NPL turun drastis dari 42 persen menjadi 14 persen pada akhir 2006. Dipihak lain bank akan membiayai kalau industri tersebut dapat menyakinkan, investasi ini akan membawa keuntungan. Sempat Goyang Namun, lanjut dia, harus tetap diperhatikan apabila ada goyangan baru. Sebagai contoh, pada tahun 2005 industri ini sempat goyang, karena masalah BBM dan pengusaha pun menjerit sehingga pembayaran kepada bank terganggu. Rencananya penyaluran dana perbankan untuk industri tekstil tahun ini akan ditumbuhkan 20 persen seperti industri lainnya. Sedangkan di sektor pengolahan, tekstil mendapat penyaluran dana perbankan cukup besar dibandingkan lainnya. Namun demikian, dia mengingatkan banyak yang harus diperbaiki di dalam industri tekstil. Selain produktivitas masih rendah, juga diperlukan modernisasi mesin karena saat ini mesin yang digunakan sudah berusia lebih dari 20 tahun. ''Belum lagi persaingan TPT cukup tinggi dengan TPT asing, seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Sekarang kalau beli pakaian di Factory Outlet di Bandung, factory-nya ada di China. Ini yang merisaukan kita,'' tuturnya. (bn-33) |