| Kamis, 08 Maret 2007 | EKONOMI |
Investindo Bidik Segmen InstitusiSEMARANG-Pialang saham PT Investindo Nusantara Sekuritas atau Investindo berekspansi pasar dengan membidik investor dari kalangan institusi. Selama ini, 95% pasar saham tertuju pada segmen ritel. Diharapkan kalangan institusi yang bergerak di sektor keuangan ini bisa masuk ke pasar modal. Muchammad Zamroni, Branch Manager Investindo Semarang, mengatakan, karakter investor di Jateng terbilang masih konservatif untuk masuk investasi. Terlebih dengan produk reksadana yang pernah mengalami rush tahun lalu, yang kini mengakibatkan traumatik bagi investor. Karenanya, selain berupaya menarik investor, edukasi soal prospek pasar saham pun gencar dilakukan. Terkait rontoknya saham China yang turut berimbas di pasar domestik, Zamroni menilainya sebagai sentimen regional. Ia optimistis dengan perkembangan makro ekonomi nasional yang membaik, ditandai dengan inflasi Februari 0,62% dan penurunan BI rate menjadi 9%, mampu menguatkan perdagangan saham. Pada perdagangan di lantai bursa sesi pertama kemarin pun menunjukkan adanya lonjakan di atas 20 poin. ''Kami yakin industri pasar modal dan investasinya tetap menjadi pilihan menarik untuk menjadi salah satu portofolio investasi,'' katanya Rabu (7/3). Salah satu edukasi yang dilakukan dengan menggelar talk show dengan pembicara penagmat ekonomi Goei Siauw Hong di Hotel Grand Candi Jumat (9/3). Talk show itu membawakan tema ''Overview Capital Market 2007''. Terkait dengan ekspansinya di Semarang, Investindo menargetkan transaksi Rp 10 miliar tiap harinya. Sejak beroperasi Januari lalu, sudah terdapat 150 investor yang bergabung. Saat ini, perusahaan itu menawarkan produk equity, reksadana, dan penjamin emisi. ''Kami memberi peluang kepada pengusaha di daerah yang ingin go public. Untuk masuk bursa harus melalui penjamin emisi. Saat ini minat perusahaan daerah masih kecil untuk menjadi perusahaan go public. Selain itu juga menjadi penasehat keuangan pemerintah maupun swasta''. (H22-33) |