logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 BUDAYA
Line

Pura Mangkunegaran Gelar "Dirada Meta"

JAKARTA - Memperingati 250 tahun usia Pura Mangkunegaran, Surakarta, para kerabat, pencinta, dan pemerhati pura itu bakal menggelar selamatan "Perjanjian Salatiga" dan mempergelarkan tari Dirada Meta. Selamatan akan diadakan pada 17 Maret di Desa Kalicacing, Salatiga, sedangkan tari itu dipergelarkan di Pura Mangkunegaran, Solo.

Acara langka itu untuk memperingati perjanjian perdamaian antara KGPAA Mangkunegoro I (RM Said) dan Sunan Pakubuwono III, dengan saksi Sultan Hamengkubuwono I dan VOC Belanda, pada 17 Maret 1757 di Desa Kalicacing.

Secara politik, kata GRay R Satuti Yamin, GRay R Rosakti KN, dan Agus Haryo S, perjanjian itu bukti kemenangan mutlak rakyat Mataram di bawah kepemimpinan RM Said, yang lebih tersohor sebagai Pangeran Sambernyawa.

"Bersama-sama rakyat Mataram, RM Said bergerilya selama 16 tahun di Surakarta, Yogyakarta, dan sebagian wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Dia melakukan 250 kali pertempuran yang sangat sulit ditaklukkan VOC," kata Agus Haryo S mewakili kerabat pura Mangkunegaran sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Harian "250th Puro Mangkunegaran: Reviving Monent" di Jalan Imam Bonjol 66, Jakarta, kemarin.

Segenap keluarga dan pemerhati pura itu tergerak menggelar selamatan dan menggelar tari Bedhaya Mataram Senopaten Dirada Meta. Tarian itu adalah satu dari tiga mahakarya ciptaan RM Said.

Repertoar itu ditarikan tujuh pria serta disertai pesinden dan dan penabuh pria, yang menjadi monumen perjuangan perang di Hutan Sitakepyak, Rembang. "Tari itu sudah lebih dari 100 tahun tak dipergelarkan," katanya.

Dirada Meta berkonsep angka tujuh yang didasari filosofi Jawa yang bermakna sebagai pitulungan (pertolongan). Juga merupakan jumlah tingkatan pelajaran ilmu tasauf Islam dan tak dipertontonkan bagi publik. Adikarya itu dilahirkan untuk mengenang jasa ke-15 prajurit andalan yang gugur di medan laga Sitakepyak. (G20-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA