logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 BUDAYA
Line

Museum Louvre Diwaralabakan

PARIS - Prancis dan Abu Dhabi, Selasa (6/3), menandatangani persetujuan pembukaan cabang (waralaba) Museum Louvre di ibu kota Uni Emirat Arab (UAE) itu.

Kementerian Kebudayaan Prancis menyatakan kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Kebudayaan Prancis Renaud Donnedieu de Vabres dan Kepala Otorita Pariwisata Abu Dhabi Sheikh Sultan bin Tahnoon Al Nahyan.

Persetujuan itu menjadi dasar pembangunan sebuah museum seluas 24.000 m2 bernama Louvre Abu Dhabi. Rancangan museum itu karya Jean Nouvel, arsitek dari Prancis.

Pembangunan museum akan dimulai tahun ini dan diharapkan rampung tahun 2012. Prancis bakal menerima 700 juta euro atau 917 juta dolar AS dari Abu Dhabi sebagai uang lisensi. Namun negeri itu berkewajiban meminjamkan sejumlah karya seni koleksi Museum Louvre selama 20 tahun ke Abu Dhabi.

Tak ayal, ketentuan itu memicu gelombang protes di Prancis, terutama di kalangan kurator museum dan sejarawan seni. Mereka menuduh Pemerintah Prancis "mengomersialisasikan" Museum Louvre, salah satu museum seni paling bergengsi di dunia.

Petisi yang "menyerukan penjagaan integritas koleksi museum Prancis itu" dikirim ke internet. Sampai saat ini penanda tangan petisi itu sudah lebih dari 4.600 orang.

Louvre Abu Dhabi akan menjadi bagian kawasan budaya baru raksasa di kota itu. Kawasan itu akan meliputi Guggenheim Abu Dhabi, Pusat Seni Pentas Saadiyat, dan Museum Bahari. Setiap bangunan itu dirancang oleh arsitek terkenal Frank Gehry, Zaha Hadid, dan Tadao Ando.

Museum Louvre Paris merupakan museum yang menyimpan karya-karya seni terkenal di dunia. Misalnya, lukisan Leonardo da Vinci bertajuk "Mona Lisa" dan "Madonna of the Rocks". (ant/DPA-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA