logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Maret 2007 BUDAYA
Line

Album Ndesa Slank

JAKARTA - Slank datang lagi. Kini, setelah 24 tahun berkiprah di industri musik, mereka merilis album ke-15 di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin.

Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ridho (gitar), Abdee Negara (gitar), dan Ivanka (bas) masih menyimpan semangat membuncah lewat album bertajuk Slow but Sure.

Apa yang membuat grup band yang telah merengkuh puluhan penghargaan dari dalam dan luar negeri itu memberi judul album Slow But Sure? "Karena ini album santai, album slow, tetapi tetap mengusung pesan kebajikan yang penuh kepastian," kata Bimbim.

Mereka, kata dia, mempersembahkan album yang mengemas 11 tembang itu kepada wong ndesa atau semua lapisan masyarakat. "Tukul (Arwana) saja yang mengaku wong ndesa tahu arti slow but sure. Jadi saya pikir semua lapisan masyarakat pasti tahu maknanya," katanya.

Dengan membungkus musik dalam irama aakustik penuh, kecuali gitar bas yang dimainkan Ivanka, serta efek suara orkestra dari kibor, Bimbim mengklaim kebaruan warna musik Slank. "Dengan bermain akustik, kami punya banyak kemungkinan, bebas menggembara ke segala genre musik," ujar Kaka.

Intinya, kata dia, album yang bernaung di bawah label Slank Record itu kaya nuansa. Dari efek mandolin, brass section, sampai drum ala marching band.

Bertempo Santai

Proses awal penggarapan album itu mereka mulai dalam perjalanan dari Los Angeles ke San Franscisco, AS, medio 2006. Dari bincang-bincang soal materi yang tersisa ternyata ada lagu-lagu bertempo santai. "Karena itulah kami beri judul album ini Slow but Sure," kata Bimbim.

Mengusung filosofi pertumbuhan pohon, album itu mereka analogikan layaknya pohon: tumbuh berlahan, tetapi pasti. Tidak dalam hitungan menit, tetapi tahun. Lambat, tetapi dapat menjelma pohon besar dan kukuh.

"Ia boleh tumbang karena ditebang. Namun akarnya telanjur menyatu dengan bumi tempat berpijak," ujar Kaka.

Mengandalkan hit tunggal "Slalu Begitu" serta lagu lain seperti "Slow but Sure" dan "Alon2 asal Kelakon", mereka yakin album itu dapat diterima para pencinta. Beberapa lagu lain seperti Cinta, Sejak Kau Benci, dan lagu jenaka Break dan My Scooter Love pun tetap punya potensi jadi hit.

"Dalam banyak perkara, masyarakat pendengar mempunyai pilihan sendiri atas sebuah nomor lagu ketimbang lagu yang diunggulkan dalam sebuah album," ujar pengamat musik Remy Soetansyah.

Untuk mendekatkan dan mendongkrak penjualan album tersebut, Slank akan menggelar konser di 10 kota besar di Jawa Barat, dalam waktu dekat ini. (G20-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA