| Kamis, 08 Maret 2007 | BUDAYA |
SELEBRITIEmoh Bahasa GaulRATIH SANGGARWATI prihatin karena kini penggunaan bahasa gaul di masyarakat dan media cetak merebak. Peragawati senior itu menuturkan pemakaian bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari merusak penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. "Misalnya, penggunaan kata 'bo'. Padahal, kata itu berasal dari kata 'cabo' yang berarti pelacur. Kata itu jadi populer dan hampir selalu diucapkan," katanya. Penggunaan istilah dalam bahasa gaul, ujar Ratih, tak sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia. Apalagi ada ungkapan-ungkapan yang tidak santun, tetapi dianggap sebagai kebiasaan sehari-hari. Dia menuturkan bahasa gaul selain tak jelas artinya juga mengandung unsur penghinaan. "Misalnya, kalimat 'Hari gini gak punya...' atau 'Merah gitu loh...', kemudian 'Merah nih ye...'. Jika kalimat tersebut disampaikan pada orang lain dengan nada seperti itu, bukan menyemangati justru melecehkan atau menghina." Remaja saat ini mengklaim mereka tak modern jika tak memakai bahasa gaul. Padahal, kata dia, bahasa gaul jauh dari imaji modern. Dia juga menyayangkan anggapan pemakaian bahasa Indonesia yang sopan dalam percakapan berkesan kaku. "Saya tak ingin 10 tahun lagi ada museum bahasa Indonesia. Seharusnya ini jadi isu nasional karena benar-benar memprihatinkan." (kl-53) |