| Selasa, 06 Maret 2007 | OLAHRAGA |
Stalteri Tutup Peluang West HamLONDON- Debut Alan Curbishley di Upton Park terbilang sangat luar biasa. Empat hari setelah menerima pekerjaan sebagai manajer West Ham United menggantikan Alan Pardew, 13 Desember silam, Curbishley langsung membuat kejutan dengan menumbangkan Manchester United 1-0. Itu untuk kali pertama Curbishley bisa mengalahkan pasukan Alex Ferguson sepanjang kariernya sebagai manajer. Awal yang amat indah. Namun sejak itu, grafik West Ham bukannya menanjak. Mereka justru anjlok makin dalam ke liang degradasi. Curbishley sebenarnya nyaris menemukan lagi jalan keluar untuk timnya ketika menjamu Tottenham Hotspur di Upton Park, Senin (5/3) WIB. Namun gol Dimitar Berbatov menit 89 dan Paul Stalteri pada masa injury time menghancurkan segalanya. West Ham menyerah 3-4. "Kami masih punya sembilan partai sisa dan jika anak-anak tetap bekerja keras, mungkin kami bisa memetik kemenangan. Tapi ini situasi yang sangat sulit," tuturnya. Paul Stalteri menutup hampir rapat peluang The Hammers untuk bertahan di Premiership setelah secara dramatis mencetak gol kemenangan Tottenham. Hampir Menang Tim asuhan Alan Curbishley tampak sudah hampir tampil sebagai pemenang ketika Bobby Zamora membukukan gol lima menit menjelang pertandingan berakhir. Namun Dimitar Berbatov menyamakan kedudukan menit ke-89 dan Stalteri menjatuhkan "palu" keras kepada klub dari kawasan timur London itu pada menit kelima memasuki injury time. Curbishley langsung lesu. Gol babak pertama yang diciptakan Mark Noble dan Carlos Tevez - gol pertama mereka untuk klub itu musim kompetisi ini - membuat West Ham menguasai permainan. Tetapi tendangan penalti Jermain Defoe pada awal babak kedua membuat keunggulan Carlos Tevez dkk tidak aman. Teemu Tainio bahkan dengan cepat menyamakan kedudukan. Sejak mengalahkan Manchester United ketika Curbishley kali pertama menangani klub itu, West Ham sudah dalam kondisi payah dan berada di zona degradasi. Tim tersebut menempati urutan paling bawah klasemen sementara dengan hanya menabung 20 poin setelah 12 kali tanding tanpa kemenangan sekali pun. Kini setelah kekalahan dari Spurs itu, pintu bagi West Ham untuk bertahan sudah mulai ditutup. (rtr,F3-40) |