logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 Maret 2007 NASIONAL
Line

GEMA GEDUNG BERLIAN

Meningkatkan Pendapatan Daerah dari Benih

POTENSI perikanan darat di Jawa Tengah sampai sekarang belum tergarap secara optimal karena kebanyakan masih sebatas menjadi usaha sampingan.

Karena itu, Komisi C DPRD mendesak kepada eksekutif agar terus menggalakkan usaha itu, sehingga tidak sekadar usaha sampingan, tapi juga menjadi bisnis yang menaikkan pendapatan keluarga dan daerah.

''Paling tidak, masyarakat dalam beternak ikan, dapat memanfaatkan mulai dari sektor hulu sampai hilir. Di sektor hilir, misalnya, masyarakat dapat membuka usaha pemancingan dan rumah makan selain hanya sekadar beternak di kolam. Karena usaha itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah,'' kata H Moechson Boerhani, anggota Komisi C DPRD Jateng, Senin (5/3), di Gedung Berlian.

Peran pemerintah daerah, antara lain juga harus mampu menyediakan benih-benih ikan unggulan. Komisi C, beberapa waktu lalu telah melakukan kunjungan kerja ke Balai Pembenihan dan Budidaya Ikan Janti di Klaten. Komisi C berharap Balai Pembenihan dan Budi Daya itu terus meningkatkan mutu pembenihan ikan, seperti ikan nila merah.

Juga menyediaan benih dan ikan bermutu, menerapkan teknologi pembenihan, dan pengawasan pengendalian hama penyakit hewan.

Janti memiliki potensi besar untuk berkembangnya perikanan. Diharapkan, dapat menambah luas daerah pembibitan sampai 5 hektare.

Diversifikasi

Dengan peran Balai Pembenihan dan Budidaya Ikan yang ada di sana, kelompok masyarakat, petani, dan perorangan dapat memperoleh benih yang berkualitas dan produktif.

Sesuai laporan masyarakat, anggota Fraksi PAN ini mencontohkan, petani telah berupaya meningkatkan usaha dengan cara diversifikasi.

Masyarakat telah membudidayakan ikan Arwana Brasil yang memiliki harga sekitar Rp 500 ribu/ekor dengan mengkawinkan Arwana Merah yang harga jualnya sekitar Rp 5 juta/ekor.

Selain mengunjungi Balai Pembenihan dan Budidaya Ikan Janti Klaten, Komisi C DPRD Jateng juga berkunjung ke kebun benih padi Tegalgondo, Sukoharjo.

Balai benih padi itu mempunyai tugas pokok sebagai pusat produksi benih dasar dan benih pokok komoditi padi secara terarah dan kontinyu, serta melakukan pemurnian kembali suatu varietas yang terdapat di daerah.

Anggota Komisi C dari Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih menambahkan, Komisi C menerima dan menyetujui adanya upaya peningkatan pendapatan asli daerah dengan memasarkan produk dari kedua balai benih itu kepada lembaga-lembaga, kelompok tani, dan petani. (Jamal al Ashari, Widodo Prasetyo-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA