logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 Maret 2007 KEDU & DIY
Line

Bayi Bertelinga Tulisan ''Allah'' (1)

Mimpi Didatangi Orang Afghanistan

ANEH tapi nyata. Telinga bayi yang baru berumur 10 hari membentuk tulisan ''Allah''. Kedua orang tuanya baru tahu tulisan itu ketika teman mereka melihat secara teliti dan menyamakan dengan bayi serupa yang lahir di Afghanistan beberapa waktu lalu.

''Selama proses kehamilan tidak ada keanehan. Istri saya juga biasa-biasa saja. Hanya kelahirannya memang melalui operasi caesar karena ari-ari terbalik,'' papar Kelik Hartaya (38), ayah bayi bernama Muh Firdzan tersebut ketika ditemui di rumahnya Karangwaru Lor TR II/180 Yogyakarta, kemarin.

Dari awal dia dan istrinya Elly (34) tidak pernah tahu anak ketiganya yang lahir 24 Februari 2007 itu menyimpan ''keanehan'' pada telinganya.

Mereka mengira Firdzan normal-normal saja. Sampai kemudian beberapa hari lalu temannya Wewen kaget melihat kedua daun telinga balita itu.

''Bentuknya mirip tulisan Arab yang berbunyi 'Allah'. Telinga kanan dan kiri sama persis. Itu mengingatkan saya pada bayi yang sama dan lahir di Afghanistan dan rekamannya sudah sampai ke mana-mana,'' ungkap Wewen.

Kelik, penjual senjata suvenir menyatakan tidak pernah mendapat firasat aneh-aneh.

Hanya Basa-basi

Hanya satu kali ketika usia kandungan Elly 5-6 bulan sesosok orang Timur Tengah- dia yakini dari Afghanistan - mendatangi dan bermaksud ikut ke manapun pergi. Tidak ada perbincangan lain kecuali basa-basi perkenalan.

''Nama saya Firdzan Organi dari Afghanistan. Saya ingin ikut ke manapun kamu berada,'' ujar Kelik menirukan omongan sosok itu dalam mimpinya.

Laki-laki asli Bantul tersebut tak pernah lagi menggagas arti mimpinya. Bahkan sudah lupa dan sibuk mencari tambahan penghasilan untuk biasa persalinan sang istri.

Anehnya, ketika dia membuka usaha sendirian di kompleks pedagang kaki lima (PKL) Jalan Mangkubumi sepi pembeli.

Iseng-iseng dia lalu mencoba mengajak istrinya berjualan dan tak terduga barang dagangannya laris.

Semalam bisa menjual beberapa pucuk senjata suvenir seharga Rp 100.000-Rp300.000. Ada yang jauh lebih mahal kalau hiasan dan ukirannya unik.

''Sampai anak saya lahir pun saya tidak tahu ada tulisan 'Allah' di kedua telinganya kalau bukan teman yang mengingatkan. Maklum, saya sibuk mencari makan sehingga tak pernah memperhatikan sedetail itu,'' papar Kelik.

Kini rumah di tengah kampung itu dikunjungi banyak orang dari kampung, tetangga desa, bahkan luar Yogyakarta. Para pemuda menjaga agar orang tidak berjubel melihat bayi ''aneh'' nan lucu itu.(Agung PW-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA