| Selasa, 06 Maret 2007 | KEDU & DIY |
Gelombang Tinggi, Nelayan Takut MelautYOGYAKARTA-Gelombang laut yang tinggi akhir-akhir ini membuat sekitar 480 nelayan di pantai selatan Yogyakarta tidak berani melaut. Gelombang yang tingginya rata-rata lebih dari tiga meter di laut selatan disebabkan oleh siklon George di utara Australia. "Sudah seminggu ini nelayan tidak melaut. Gelombang sangat tinggi dan cuaca berubah-ubah. Kalau nekat, sama dengan menantang bahaya," kata Ngadiman, ketua paguyuban nelayan Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, kemarin. Meski saat ini musim ikan bawal yang harganya mencapai Rp 45 ribu/kg, para nelayan lebih mengutamakan keselamatan. Beberapa hari ini, lanjut dia, cuaca sangat buruk. Angin bertiup sangat kecang. Tinggi gelombang laut yang biasanya hanya satu hingga dua meter kini di atas tiga meter. "Keputusan tidak melaut merupakan inisiatif para nelayan sendiri. Sampai sekarang belum ada peringatan atau imbauan dari Badan Meteorologi dan Geofisika," tambahnya. Nelayan di Pantai Parangtritis juga tidak berani turun ke laut. Sekitar 50 kapal hanya diparkir di daratan dan diikat dengan tali. "Sudah lima hari ini gelombang sangat tinggi. Nelayan tidak melaut dan memilih memperbaiki jaring atau menjadi buruh bangunan," kata Taufik Usman, sekretaris paguyuban nelayan di pantai itu. Perahu Hilang Ngatno, Ketua Tim Search and Rescue (SAR) Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul mengatakan akibat gelombang tinggi lima perahu yang diparkir hilang terbawa ombak. "Padahal perahu itu sudah ditambatkan di bagian yang lebih tinggi dari biasa. Namun karena gelombang pasang di atas biasanya kelima perahu itu hanyut," jelasnya. Keadaan serupa juga dialami nelayan Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul. Beberapa hari ini mereka tidak melaut akibat gelombang laut tinggi dibarengi angin kencang. ''Untuk menjaga supaya tak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, terpaksa untuk sementara tidak melaut dulu. Nanti kalau cuacanya sudah kembali normal, baru melaut,'' kata Parno, salah seorang nelayan di Pantai Baron. Tiar Prasetya, Kepala Seksi Data dan Informasi pada badan Meteorologi dan Geofisika DIY mengatakan gelombang tinggi di pantai selatan Jawa akibat tiga badai, yaitu siklon George di Utara Australia dan Kupang, serta badai Odeth di Papua. Meski ketiga badai itu mulai mengecil, dampaknya masih dirasakan lewat tingginya gelombang di pantai selatan yang tinggi. Pihaknya meminta para nelayan tridak melaut sampai kondisi kembali normal. Kalau tetap melaut, mereka harus ekstrahati-hati dan membawa peralatan komplet. (sgt-27) |