| Selasa, 06 Maret 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATPendukung Reinado MarahDILI - Ribuan pendukung pemimpin pemberontak Alfredo Reinado marah. Mereka membakar ban dan melempar batu di ibukota Dili, kemarin, untuk memrotes serangan tentara internasional di tempat persembunyian pelarian itu. Reinado, pemimpin pemberontakan yang penjerumuskan negara kecil itu ke dalam kerusuhan tahun lalu, lolos dari serangan pasukan penjaga perdamaian internasional pimpinan-Australia, Sabtu lalu. Para pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Dili, meneriakkan slogan ''Hidup Alfredo'' dan membuat pernyataan menentang Presiden Xanana Gusmao. Xanana memerintahkan pasukan keamanan menangkap Reinado menyusul tuduhan pemberontak itu telah memimpin serangan di satu pos polisi dan mencuri 25 senjata otomatis bulan lalu. Polisi internasional mengamankan kota tempat lalulintas sepi karena pengunjuk rasa merintangi jalan dengan mobil hancur, guna mencegah banyak pejabat pemerintah pergi bekerja, kata seorang saksi. Tentara masih mencari Reinado, yang kabur dari penjara Dili bersama 50 tawanan lain Agustus lalu. Reinado membantah satu dari orang-orangnya tewas dalam serangan itu. Setelah serangan Sabtu, Xanana minta Reinado menyerah, dan mengatakan pemerintah akan memperlakukan dia dengan hormat. Namun Reinado mengatakan ia tidak akan menyerah pada tentara internasional.(ant-26) Normalisasi AS-Korut WASHINGTON - Para juru runding Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut), kemarin, melakukan pembicaraan untuk normalisasi hubungan. Pertemuan itu dilakukan di tengah pertanyaan atas upaya intelijen AS yang membesar-besarkan ancaman nuklir Korut. Para pejabat AS memperingatkan pembicaraan di New York itu merupakan langkah awal menuju pemulihan hubungan diplomatik dengan negara itu, yang dijuluki oleh Presiden AS George W Bush pada 2002 sebagai bagian dari ''poros kejahatan''. Mereka mengatakan Korut perlu memenuhi serangkaian standar denuklirisasi untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara yang sudah berlangsung setengah abad. Ketua juru runding AS yang juga Asisten Menlu AS Christopher Hill, dan mitranya dari Korut, Kim Kyegwam, mengawali pertemuan dengan mengadakan makan malam di sebuah hotel di New York sebelum mereka mengadakan pertemuan sehari penuh Selasa ini, kata beberapa pejabat AS. Namun di Washington, para pembuat kebijakan mempertanyakan apakah agen intelijen AS mengeluarkan pernyataan berlebihan mengenai dugaan program pengayaan uranium rahasia Korut pada 2002, dan apakah kemampuan mereka (intelijen) menyediakan informasi tentang Korut itu dapat dipercaya.(ant-26) Karzai Kecam Serangan KABUL - Presiden Afghanistan Hamid Karzai, kemarin, mengecam kematian 10 warga sipil. Mereka ditembak tentara Amerika setelah serangan terhadap konvoi AS di Kota Jalalabad, Afghanistan selatan, akhir pekan lalu. Sembilan lagi warga sipil - lima wanita, tiga anak-anak, dan seorang pria - tewas dalam serangan udara Minggu malam. Serangan di distrik Nijrab, Provinsi Kapisa, timurlaut Kabul, itu dilakukan oleh tentara Barat, jelas wakil gubernur provinsi itu. Menurut Wakil Gubernur Sayed Dawood Hashimi, serangan iut dilancarka menyusul tembakan roket di satu pangkalan Amerika. NATO dan pasukan koalisi pimpinan AS yang beroperasi di daerah itu menyetakan tengah menyelidiki insiden tersebut.(rtr-niek-26) |