logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Maret 2007 EKONOMI
Line

Getuk Trio Tenar Usai Disantap Ratu Sirikit

GETUK Trio identik dengan Kota Magelang. Industri makanan yang beralamat di Jalan Mataram 47 ini yang mempelopori lahirnya getuk kemasan. Kemudian tiruan produk sejenis mulai bertebaran.Berawal dari keinginan almarhum Hendra Samadhana dan istrinya Setyawati meningkatkan derajat makanan getuk, dari tradisional menjadi kemasan.

Sejak dulu memang sudah ada getuk tradisional yang disebut getuk gondok. Waktu itu dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah sebagai pengganti nasi. Sekitar tahun 1958, Hendra pengusaha bengkel alat-alat pertanian di Keplekan Kota Magelang, ingin agar getuk menjadi makanan golongan menengah ke atas.

Dengan keahliannya membuat alat-alat pertanian, Hendra lalu membuat mesin untuk mengolah singkong menjadi getuk. Ketela itu digodok dicampur gula terus dimasukkan ke mesin pengolah. Berikutnya, diberi warna merah, putih, dan cokelat. "Pengemasannya waktu itu belum memakai dos, tetapi masih menggunakan besek. Pemasarannya dilakukan door to door," kata Ir Herry Wiyanto, salah seorang putranya.

Ratu Sirikit

Nama Getuk Trio mulai berkibar sekitar 1960-1962. Ceritanya, Ratu Sirikit, isteri Raja Thailand saat itu berkunjung ke Akademi Militer Nasional (sekarang Akademi Militer) disuguhi getuk buatan Hendra, yang kemudian terkenal dengan nama Getuk Sirikit. Karena waktu itu belum diberi nama, pembuatnya memberi nama Getuk Trio. Ketenarannya mendorong minat warga di kota ini membuka usaha sejenis. Hingga saat ini merek getuk kemasan tercatat 15 macam. Antara lain Getuk Marem, Getuk Eco, Getuk Tidar, Getuk Kyai Langgeng dan Getuk Sarinah. Saat ini Getuk Trio ditangani Herry, yang terus berupaya melestarikan usaha rintisan orang tuanya.

Dia yang maniak fotografi menerangkan, sebelum krisis moneter produksinya sekitar 250 dos/hari, sekarang tinggal 150 dos. "Produksi turun, karena daya beli masyarakat menurun. Daripada membuat banyak tidak laku dijual, lebih baik disesuaikan kemampuan masyarakat," ujarnya. Bahan baku membuat getuk dari singkong kinanti, yang ditanam petani di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. "Saya kerja sama dengan petani dengan sistem membayar lebih dulu, karena singkong baru bisa dipanen umur 10-12 bulan."

Getuk Trio dibuat tanpa pengawet, dan singkong yang dibutuhkan setiap harinya sekitar 3 kuintal. Pada musim penghujan, kekuatan singkong setelah menjadi getuk hanya sehari, sedang musim kemarau mencapai dua hari. "Harga jualnya Rp 8.500/dos, dan kami mencantumkan tanggal pembuatannya.Bila ingin membeli Getuk Trio bisa datang ke Jalan Mataram 47 atau ke Jalan Tentara Pelajar. (Doddy Ardjono-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA