logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Februari 2007 NASIONAL
Line

Dugaan Korupsi Asuransi Fiktif

Fathurrahman Cs Resmi Terdakwa

SEMARANG-Enam tersangka kasus dugaan korupsi asuransi fiktif APBD Kota Semarang 2003 sebesar Rp 1,7 miliar, resmi diserahkan penyidik Polwiltabes ke penuntut umum Kejari Semarang, Selasa (27/2). Dengan demikian, status keenam orang tersebut, sejak kemarin resmi menjadi terdakwa.

Keenamnya yaitu anggota Komisi C DPRD Kota periode 1999-2004, Fathurrachman (ketua), Agustina Wilujeng, Santoso Hutomo, Tohir Sandirdjo, Hindarto Handojo, dan Sonhaji Zaenuri. Saat pelimpahan, mereka didampingi kuasa hukumnya, Bambang Tri Bawono, Siti Zulfiah, dan Erany Kiswandani.

Kapolwiltabes Semarang Kombes Guritno Sigit Wiranto MBA mengatakan, pelimpahan tahap II tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Semarang yang masuk tanggal 12 Oktober 2006 yang isinya menerangkan bahwa berkas penyidikannya dinyatakan P21 (lengkap).

"Kami menerima surat Kajari itu 14 Februari lalu. Pelimpahan ini merupakan yang ke-4 kalinya, setelah bolak-balik dikembalikan. Makanya begitu dinyatakan lengkap, langsung saya perintahkan untuk segera dilimpahkan," kata Guritno, di Mapolwiltabes, kemarin.

Penanganan Lama

Mengenai lamanya penanganan, Kapolwiltabes menyatakan, hal tersebut tak lepas dari masalah kasus itu sendiri. Menurut dia, kasus korupsi sedikit beda penanganannya dengan tindak pidana kriminal pada umumnya.

"Menangani kasus korupsi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita harus teliti serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait."

Fathurrahman dan kawan-kawan dijemput petugas dan tiba di Mapolwiltabes pukul 10.45 dengan mobil Toyota Kijang nomor H-8911-CG dikawal dua penyidik, yakni Inspektur Dua Joko Santoso dan Ajun Inspektur Satu Kuat Sipurnama.

Di Mapolwiltabes, mereka diajak ke ruang Kepala Unit Bunuh Culik Polwiltabes Inspektur Satu Zamzuri. Setelah transit selama 10 menit, tersangka diberangkatkan ke Kejari.

Di sana, rombongan diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Dwi Samuji beserta staf jajaran pidsus lainnya.

Selain melimpahkan berita acara pemeriksaan (BAP) dan tersangka, penyidik juga melimpahkan sejumlah barang bukti antara lain berupa Skep Pimpinan DPRD Kota Semarang No 12/Pimp/DPRD/2002 tanggal 4 November 2002 tentang Rencana Anggaran Belanja DPRD dan Sekretariat DPRD, Surat Komisi C DPRD Kota Semarang Nomor 30/C/DPRD/2003 tanggal 28 Agustus 2003 tentang Penjabaran APBD 2003, serta satu lembar fotokopi surat kuasa pengambilan uang premis Rp 1,728 juta.(H30,H21-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA