logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Februari 2007 SEMARANG
Line

Percobaan Pembunuhan

Korban Jadi Kunci Utama

SEMARANG - Penyidik di Satreskrim Polresta Semarang Selatan berharap Yati alias Pepak (37), pembantu rumah tangga (PRT) yang menjadi korban penganiayaan berat, segera pulih dari luka yang diderita.

Hal itu mengingat korban dapat menjadi kunci utama pengungkapan kasus penganiayaan yang dia alami di rumah majikannya, Soo Gil-kim (64) dan istrinya Lee Myung-gi (54), Jl Bukit Tembakau No 45, Bukitsari, Banyumanik, Minggu (25/2) malam lalu.

''Paling tidak dia (Yati-red) bisa diajak berbicara dulu. Sebab kalau sembuh total butuh waktu lama, mengingat luka yang diderita korban cukup serius,'' papar Kapolresta Semarang Selatan AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas, didampingi Kasatreskrim AKP Khundori SH.

Dari korban, kata Kaporesta, penyidik berharap mendapatkan berbagai keterangan, antara lain ciri-ciri para pelaku. Selain itu, hal-hal yang membuat korban sampai dianiaya hingga tidak sadarkan diri.

Korban banyak mengeluarkan darah dari telinga, pelipis, dan bekas sayatan di berbagai bagian tubuhnya. Selain itu, lima giginya tanggal. Juga, sejumlah luka memar di bagian tubuh, kepala, dan tangan.

''Yang masih menjadi tanda tanya kami, uang Rp 300.000 di dompet korban tidak dibawa kabur. Juga barang-barang berharga lain milik majikannya seperti laptop dan perhiasan masih utuh. Karena itu kami sangat membutuhkan keterangan dari korban,'' tambah Kapolresta sambil berharap dalam waktu dekat korban sudah bisa diperbolehkan bicara oleh dokter yang merawatnya di RS St Elisabeth.

Percobaan Pembunuhan

Karena hingga sekarang masih menyisakan banyak misteri, kata dia, penyidik baru sebatas menyimpulkan kasus itu sebagai penganiayaan berat dan percobaan pembunuhan. Hal-hal itulah yang bisa dilihat secara terbuka oleh penyidik.

Mengingat keterangan dari saksi korban diharapkan dapat membantu mengungkap motif kasusnya dan memberi pengambaran para pelakunya, Satreskrim kini memberikan pengamanan pada korban yang masih dirawat di rumah sakit.Selain itu, juga telah dilakukan olah TKP tidak lama setelah kasus tersebut dilaporkan ke polisi. Antara lain dengan memeriksa sidik jari di lokasi kejadian dan barang-barang lain yang tercecer.

Penyidik juga telah meminta keterangan lima saksi dan menghimpun keterangan dari pihak-pihak lain. ''Untuk sementara yang sudah intensif kami mintai keterangan adalah tuan rumah yang warga negara Korea Selatan, dan dua orang Satpam yang saat itu membantu memberikan pertolongan,'' papar Kapolresta.

Menurut Kapolresta Semarang Selatan AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas, ada misteri di balik kasus tersebut. Sebab tidak ada barang-barang yang hilang, baik milik korban maupun tuan rumah. (D12,H21,dky-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA