logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 PANTURA
Line

Dua Korban KM Levina Asal Brebes Dimakamkan

BREBES- Suwandi (35) dan Dwi Astuti (8), korban musibah Kapal Motor (KM) Levina I asal Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Brebes, Senin kemarin dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Bapak dan anak itu berhasil ditemukan bersama 22 korban lainnya, Minggu (25/2). Kedua jenazah tiba di rumah duka, Senin (26/2) sekitar pukul 01.00, dalam kondisi memprihatinkan.

Para pelayat terpaksa mengenakan masker saat mengantar ke pemakaman, karena memang jenazah sudah bau. Meski demikian, prosesnya berlangsung hikmat.

Suwandi dimakamkan berdampingan dengan tiga anaknya. Selain Dwi Astuti, dua anaknya, yakni Sandi Kurniawan (9 bulan) dan Amelia (4), juga menjadi korban tragedi tersebut. Mereka telah dimakamkan lebih dulu, Jumat (23/2).

Istri korban, Roisah (30), tampak tabah menerima cobaan tersebut. Tak ada isak tangis keluar dari mulut ibu tiga anak itu. Bahkan, selama jenazah suami dan anak pertamanya disemayamkan di rumah duka, dia setia mendampingi.

Lima Orang

Dengan ditemukannya Suwandi dan Dwi Astuti, berarti jumlah korban tewas asal Brebes menjadi lima orang. Yakni Nurrohman (35), warga Desa Kluwut, Kecamatan Bula-kamba.

Kemudian Sandi Kurniawan (9 bulan), Amelia (4), Suwandi (35) dan Dwi Astuti (8), keempat warga Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom. Sementara, delapan korban selamat asal Kota Bawang telah pulang ke rumahnya, Sabtu (24/2) lalu.

Orang tua Roisah, Samsuri (55), mengatakan informasi penemuan mayat menantu dan cucunya itu diterima dari anaknya yang berada di Posko Tanjung Priok, Minggu sore.

Kepastian itu diperoleh dari kartu tanda penduduk yang dibawa menantunya, dan ciri pakaian yang dikenakan cucunya.

"Meski pulang sudah tidak bernyawa, kami bersyukur karena keberadaan mereka sudah jelas," ujarnya.

Menurut dia, anggota keluarganya yang menjadi korban KM Levina I empat orang. Yakni Suwandi dan tiga anaknya. Sementara, Rosiah berhasil menyelamatkan diri dari musibah tersebut.

Mereka sekeluarga pergi ke Bangka Belitung untuk mengadu nasib. Suwandi yang bekerja di pulau itu ingin mengajak keluarganya menetap di sana karena usahanya mulai mapan.

"Suami Roisah di Bangka Belitung selama ini bekerja sebagai karyawan di Dinas Kebersihan. Dia pulang untuk mengajak keluarganya pindah," paparnya.(bs-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA