logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 SEMARANG
Line

Pembuatan Sumur Bor Tak Buahkan Hasil

  • Warga Harapkan Air Bersih

ARGOMULYO- Sejumlah sumur bor yang dibuat di beberapa wilayah Kecamatan Argomulyo Salatiga yang selalu kesulitan air di musim kemarau, hingga kini belum juga membuahkan hasil.

Bahkan sumur-sumur yang telah dikerjakan beberapa bulan tersebut, pada musim hujan ini tidak juga mengeluarkan air seperti yang diharapkan.

Sumur tersebut berada di RT 2 RW 4 Dukuh Ngronggo Kelurahan Kumpulrejo, sumur bor di RT 4 RW 1 Dukuh Randuares, dan sumur di Dukuh Kembang Kelurahan Randuacir.

Di Dukuh Ngronggo misalnya, proyek sumur bor yang dikerjakan sejak sekitar empat bulan lalu belum juga mengeluarkan air.

Berdasarkan pengamatan di lokasi sumur bor tersebut, tidak terlihat adanya aktivitas pekerja yang menggarap lagi. Menurut informasi warga sekitar peralatan bor ada yang rusak sehingga pekerjaan tidak dilanjutkan.

Rahmat (26) warga setempat, proyek sumur itu merupakan usulan warga sejak tahun 2005 lalu. Pada akhir 2006 lalu, proyek tersebut akhirnya terealisasi yakni dengan dimulainya pembuatan sumur. Meski belum mengeluarkan air, namun sarana pendukungnya seperti saluran dan bak penampungan sudah dibuat.

"Kami selalu kesulitan air bila musim kemarau tiba. Semoga saja sumur itu bisa segera keluar airnya," katanya kemarin. Menurut dia, berdasar keterangan pekerja kedalaman sumur sudah mencapai sekitar 95 meter.

Harapan senada diutarakan Mbah Ngatini (70), yang rumahnya berada di depan proyek. Selama ini bila musim kemarau tiba, untuk mencari air bersih harus ke beberapa sendang yang letaknya jauh dari rumahnya. Di musim hujan, lanjutnya, warga memang tidak kesulitan air karena sumurnya ada airnya.

"Mugi-mugi mawon sumuripun enggal medal toyanipun nggih mas (semoga saja sumurnya segera keluar airnya ya mas)," ungkapnya pada wartawan.

98 Meter

Sementara itu Lurah Kumpulrejo Ngadino mengatakan kedalaman sumur bor tersebut sudah mencapai 98 meter dan umumnya telah digarap selama lima bulan.

Diharapkan sumur tersebut dapat menyupalai air bersih kepada warga di dukuh tersebut, karena di daerah tersebut sangat kesulitan air bersih. Selain itu, jika debit air dalam jumlah besar akan ditampung dan dialirkan ke dukuh lainnya seperti Bendosari dan Kenteng.

''Masyarakat sangat berharap sumur dapat berfungsi seperti yang diharapkan, sehingga warga tidak lagi kekurangan air bersih.''

Selain itu, beberapa proyek sumur oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Salatiga yang ada di Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo juga belum menampakkan hasil nyata. Padahal pengerjaan proyek tersebut sudah dimulai sejak bulan Juli tahun 2005 lalu atau sudah lebih dari dua tahun.

Menurut Kustomo (53) warga Kembang Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo Salatiga hingga kini warga masih menunggu terealisasinya air bersih di wilayah itu.

"Saya tidak tahu kenapa, yang jelas hingga kini belum mengeluarkan air. Padahal titik pengeboran sudah dua kali dipindah," katanya kemarin.

Kepala DPU Ir H Saryono mengatakan, jika pelaksana proyek pembuatan sumur artetis telah berusaha keras mendapatkan air di beberapa titik sumur yang telah ditentukan sebelumnya. Bahkan ada beberapa sumur seperti di Randuacir yang dipindahkan karena memang sudah tidak ditemukan air. (H23,H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA