| Selasa, 27 Februari 2007 | SEMARANG |
Ketika Sekretaris Cantik Harus Mandi LumpurBAGI orang yang sehari-harinya bekerja di gedung perkantoran ber-AC dan selalu berpakaian rapi, kehujanan, berjalan di tempat becek, mandi lumpur bukanlah hal yang mudah. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat 70-an peserta outbound yang berasal dari Ikatan Sekeratris Indonesia (ISI) Cabang Semarang untuk menjajal semua permainan yang ada di Kampung Djowo Desa Wisata Sekatul, Kendal (25/2). Walaupun cuaca kurang bersahabat, namun acara itu tergolong meriah. Antusiasme peserta tak berkurang sedikitpun saat hujan deras mengguyur. Mereka bahkan rela antri untuk mencoba permainan flying fox. Pada awalnya, tak semua peserta berani mencoba wahana itu. Pasalnya, permainan yang mengharuskan pemain meluncur dari ketinggian tertentu dengan tali itu membutuhkan nyali besar. Tengok saja Candy. Gadis itu sempat meninggalkan kelompoknya karena enggan mencoba. Akan tetapi beberapa saat kemudian, dia bergabung lagi bersama kawan-kawannya untuk menjajal permainan itu. "Habis dipaksa teman-teman sih,'' celetuknya. Peserta lain, Yuni, semula merasa ragu. Pasalnya, ia mengaku takut akan ketinggian. Namun teman-teman sekelompoknya terus memberikan semangat. Dengan mata setengah terpejam, ia pun akhirnya meluncur. Kendati badannya masih gemetaran saat menginjakkan kaki di darat, namun Yuni terlihat puas karena berhasil mengalahkan ketakutannya. Kekompakan Permainan di lokasi outbound itu tak hanya mengandalkan ketangkasan peserta. Kekompakan juga diuji dalam permainan titanic. Setiap kelompok diharuskan menyeberang dari satu kotak ke kotak yang lain dengan menggunakan papan. Sepintas tak ada yang sulit dalam permainan itu. Akan tetapi setelah dicoba, banyak kelompok yang gagal mengingat kotak itu hanya berukuran 1 meter x 1 meter . Dan, seluruh anggota kelompok yang rata-rata berjumlah 10 orang harus berdiri di atasnya. Alhasil, tidak sedikit peserta yang jatuh karena tak dapat menjaga keseimbangan. Tidak sedikit juga peserta yang gagal menyeberang kolam lumpur dengan media dua batang bambu. Entah karena licin atau kurang bisa menjaga keseimbangan, mereka akhirnya jatuh dan harus rela mandi lumpur. Namun kejadian itu malah menambah meriah suasana. Gelak tawa terdengar di mana-mana. Lelah pun seolah-olah tak dirasakan. Berkumpul dengan teman-teman apalagi seprofesi memang membawa kegembiraan tersendiri. Apalagi lokasi pertemuan, berbeda dari biasanya. Kendati profesi sekertaris selalu diidentikkan dengan wanita, namun ada juga beberapa peserta pria yang bergabung. (Roosalina, Ida N-16) |