| Selasa, 27 Februari 2007 | SEMARANG |
SMP 2 dan SMK 1 Gelar Pameran KerajinanDEMAK- SMK 1 dan SMP 2 Sayung selama dua hari, 26-27 Februari 2007 menggelar pameran bersama hasil kerajinan tangan dan kesenian (kertankes) siswa, di ruang ketrampilan SMP 2 setempat. Pameran itu menurut pengelolanya, akan terus dikembangkan hingga bisa tampil pada event Garebek Besar Demak 2008. ''Insya Allah, jika pameran ini berkembang, kami akan memboyong hasil kerajinan siswa pada event Garebeg Besar Demak 2008,'' kata Kepala SMK 1 Sayung Gigis M Afnan didampingi Kepala SMP 2 Sayung Dra Rr Noer Indah Aprianti MPd, usai membuka pameran itu, kemarin. Pada pameran itu, kerajinan yang ditampilkan yaitu asbak, hiasan dinding, lukisan, kain batik, patung kecil, dan pot bunga terbuat dari bahan besi. Untuk harga asbak dan hiasan dinding ditawarkan Rp 2 ribu - Rp 5 ribu. Sedangkan produk lainnya melihat harga produksi ditambah profit yang tidak banyak. Misalkan, satu set kursi tamu dijual Rp 1,5 juta, tempat sampah Rp 15 ribu, kap lampu antik Rp 50 ribu, standing pot bunga Rp 75 ribu. Kurikulum Ditambahkannya, selama ini banyak siswa sekolah saat studi tur di Yogya membeli produk kerajinan kecil. ''Jadi, menurut hemat saya, siswa jika ingin membeli produk kerajinan kecil tidak usah ke Yogya tetapi datang saja ke Garebeg Demak.'' Indah menjelaskan, pameran itu bagian dari kurikulum SMP 1994. Di dalam kurikulum itu, ada mata pelajaran kertankes yang merupakan salah satu subbahasan, yakni pameran. Karena itu, SMP 2 Sayung bergabung dengan SMK 1 Sayung menggelar pameran bersama ini. Tujuannya tak sekedar sebagai mata pelajaran tetapi juga benar-benar dapat dilihat umum. Pihaknya juga berharap, para siswa SMP 2 Sayung TA 2007/2008 tertarik dengan program teknik las dan tata busana di SMK 1 Sayung. Dengan demikian mereka mendaftar di sekolah kejuruan tersebut, dan tidak perlu ke sekolah lain. Adapun kendalanya, tutur Indah, biaya praktek untuk membeli bahannya cukup mahal sehingga sebagian biaya itu ditanggung orang tua siswa. ''Itu beban berat karena dalam 1 tahun pelajaran, bisa beberapa kali praktik. Karena itu, sebagian dibiayai sekolah (40%) bersumber dari dana BOS, sedangkan 60% lainnya ditanggung orang tua siswa. (F2-56) |