logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 SEMARANG
Line

Banyak Beras OP Dijual Pedagang

DEMAK - Beras murah yang dijual dalam operasi pasar (OP), ternyata banyak dijual oleh pedagang di pasar-pasar Demak. Mereka pun menjual beras murah itu dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Seperti di warung beras milik Siti (37), pedagang Pasar Bintoro. Ia yang memiliki kios di tepi jalan Sultan Fatah tepatnya di lokasi pasar tumpah depan eks Pasar Bintoro seakan menjadi penampungan beras OP. Lebih dari 50 sak beras yang masing-masing berisi 20 kilogram terlihat menumpuk di dalam dan depan kiosnya.

Beberapa pengendara sepeda motor datang membawa dua zak dan dijual kepada pedagang beras tersebut. Beras yang dibawa Mashuri (23), warga Demak itu baru dibeli dari operasi pasar yang berlangsung di Bintoro. Ia membeli beras 20 kilogram seharga Rp 74.000 dijualnya dengan harga Rp 84.000.

Pria yang mengaku lajang tersebut melakukan hal tersebut untuk mendapat untung. ''Dari pada nganggur dan Cuma nongkrong di rumah, mendingan antre sebentar dapat uang tambahan,'' katanya.

Untuk setiap kantung beras, ia mendapat keuntungan Rp 10.000. Setiap ada OP, biasanya mendapat tiga sampai enam kantung. Yang berarti, tiap harinya mendapat keuntungan Rp 60.000.

Beras yang dibeli dari para joki tersebut, menurut penuturan Siti, dijual ke konsumen dengan harga tidak terlalu mahal. Dirinya menjual kembali seharga Rp 88.000 hingga Rp 90.000.

Beras jenis IR 64 itu relatif diminati masyarakat karena harganya yang terjangkau. Kebanyakan mereka membeli dalam jumlah kecil, antara satu sampai lima kilogram. ''Biasanya tidak mampu beli banyak, sehingga beli disini,'' terang dia.

Siti menambahkan, beberapa kantung beras yang berisi 20 kilogram ternyata isinya tidak sesuai. Rata-rata berat isinya berkisar antara 19,5 kilogram.

Terpisah, Kabag Perekonomian Setda Drs Eko Pringgolaksito menyayangkan adanya beras OP yang dijual dalam jumlah besar oleh pedagang. Tujuan diadakannya operasi pasar adalah untuk pemenuhan kebutuhan beras masyarakat dan menurunkan harga jual yang terlalu tinggi. Jika beras dibeli pedagang, maka harga terus dipermainkan dan tidak akan stabil. ''Yang seperti itu semestinya tidak terjadi, untuk OP lainnya pemkab berharap agar dialihkan ke desa-desa.''

Tidak sedikit warga yang membutuhkan beras murah, terutama mereka yang bekerja sebagai nelayan dan buruh. Pemkab sudah meminta kepada Gudang Dolog Cabang Demak supaya operasi pasar dialihkan ke desa-desa yang lebih membutuhkan. (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA