| Selasa, 27 Februari 2007 | SEMARANG |
Taman Kota Terus DipercantikSEMARANG- Menjelang Semarang Pesona Asia (SPA), Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang terus membenahi semua taman kota di Kota Atlas. Perbaikan saat ini lebih difokuskan pada taman kota di jalan-jalan protokol, seperti taman di Jl Pemuda depan kantor Pertamina, taman di Jl Madukoro, dan taman di bundaran Kalibanteng. Kepala Dinas Pertamanan, Masdiana Safitri mengatakan, nantinya semua taman kota di Kota Atlas akan diperbaiki. "Setelah taman di jalan-jalan protokol selesai, baru dilanjutkan ke taman-taman yang masuk perumahan," katanya, belum lama ini. Menurutnya, taman-taman tersebut ditanami berbagai jenis tanaman, seperti sirih belanda, palem, dan dadap merah. Ditambahkannya, pelaksanaan di lapangan melibatkan empat cabang dinas pertamanan dan pemakaman. Antara lain, cabang dinas Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Timur, dan Semarang Selatan. Kepala Cabang Dinas Pertamanan Semarang Tengah, Surono SIP mengatakan, di wilayahnya tercatat 14 taman kota berada di jalan-jalan protokol dan 13 taman di sekitar perumahan dan pemukiman. Seperti Taman Beringin di Kelurahan Pandansari Bangunharjo, Semarang Tengah. "Untuk pelaksanaan di lapangan, kami melibatkan 50 pekerja," katanya. Menurutnya, taman-taman tersebut ditanami tanaman hias, yaitu tanaman nusa indah, rowela, bunga lili, dan jenis kacang-kacangan. Pihak Ketiga Terkait SPA, bundaran air muncrat di Jalan Pahlawan dibongkar total. Sejak beberapa hari lalu, sejumlah pekerja membongkar bundaran yang sering menjadi tempat unjuk rasa itu. Untuk keperluan itu, sekeliling lingkaran air muncrat dipagari dengan seng yang dicat kuning dan hitam selang-seling. Kasi Dekorasi Kota Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Djoko Adhi S mengatakan, pembongkaran itu dilakukan untuk mempercantik bangunan air muncrat. Sedangkan tugu di tengah bundaran itu, akan ditambah lampu-lampu lebih bervariatif dibandingkan sebelumnya. Dijelaskannya, pembongkaran air muncrat yang dikerjakan PT Aji Guna Jaya itu, bekerja sama dengan pihak ketiga, yang dijalin Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Pekerjaan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak ketiga, sebagai kompensasi reklame. ''Dananya juga ditanggung pihak ketiga, seperti juga taman-taman di sepanjang Jalan Pahlawan. Nantinya, ada tulisan dari pihak ketiga yang mengerjakannya,'' tuturnya. (ric,H9-56) |