logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 SEMARANG
Line

Minta Dinafkahi, Dianiaya Suaminya

SEMARANG- Maksud hati, istri minta dinafkahi tetapi malah dihajar oleh suaminya. Korban adalah Stk (24) warga Bulustalan V, Kelurahan Bulustalan, Semarang Selatan, sedangkan pelaku bernama Slamet (26).

Korban mengaku dipukul bertubi-tubi oleh pelaku hingga pelipis mata kiri bengkak dan berdarah. Selain itu, kepala belakang memar sehingga korban pusing-pusing. Karena tidak menerimakan perlakuan kasar suaminya itu, korban akhirnya melapor ke Mapolwiltabes Semarang, Senin (26/2) pukul 08:30.

Kepada polisi, korban menuturkan, kejadian itu bukanlah kali pertama. Korban pernah beberapa kali diperlakukan kasar oleh pelaku saat meminta nafkah untuk kedua anaknya. "Beberapa kali saya minta nafkah, dia (Slamet-Red) tak mau tahu dan tak mau memberi uang," kata korban kepada polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes.

Puncak kejengkelan korban terjadi kemarin pagi. Saat itu, korban meminta sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari kepada pelaku yang telah memberinya dua anak. Namun pelaku justru menampik permintaan korban hingga terjadilah percekcokan.

Korban yang telanjur jengkel, menuding suaminya memiliki wanita idaman lain (WIL). Tudingan tersebut dilakukan korban bukan tanpa dasar. "Dia pernah mengenalkan seorang perempuan bernama Kartika yang tinggal di daerah Ngaliyan kepada saya," kata korban.

Tudingan dan umpatan korban itu, rupanya membuat naik pitam pelaku. Hingga istri yang telah dinikahinya enam tahun silam itu, dipukul beberapa kali. Akibatnya, korban menderita luka di bagian wajah. Usai menganiaya, pelaku pergi begitu saja. Sedangkan korban yang tak tahan perangai suaminya itu, melapor ke polisi usai melakukan visum ke RS Dokter Kariadi. (H21,D12-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA