logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 SEMARANG
Line

''Yang Penting Jadi Nasi ...''

SEMARANG - Meski mempermasalahkan soal kualitas beras operasi pasar, warga Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, tetap membelinya. ''Yang penting bisa jadi nasi. Apek itu kan baunya. Kalau sudah dicuci, setelah ditanak menjadi nasi bisa membuat perut kenyang,'' kata Kunarti, Senin (26/2).

Hal yang sama dikatakan Kusmiyati. Dirinya sudah mengetahui kualitas beras yang dibelinya beda jauh dengan jenis lainnya. ''Kalau bau apek itu saat masih beras. Lha kalau sudah ditanak, tentunya tidak apek lagi,'' ujarnya.

Bau apek, lanjut Yati, panggilan Kusmiyati, karena beras sudah lama disimpan di gudang. ''Itu wajar. Asalkan tidak berubah warna dan tidak jamuran, pasti aman dimakan.''

Keduanya mengakui, beras itu tidak ada bedanya dengan beras miskin (raskin). Meski agak kecewa, dia tetap menerimanya. ''Habis, mau beras yang bagaimana? Kalau rajalele, ya tentu kami tidak sanggup membeli,'' selorohnya.

Mereka bersama warga lainnya memadati kantor kelurahan setempat untuk membeli beras murah OP. Operasi yang digelar Bulog IV bersama Pemkot diadakan di dua tempat, yakni di Kelurahan Banjardowo dan Pasar Peterongan.

Antusias warga untuk membeli beras terlihat mulai pukul 07.00. Semakin siang, warga kian banyak yang datang. Hanya saja, pada pendistribusian kemarin ada kendala. Truk pengangkut beras datang terlambat dua jam karena beras diambil dari gudang Bulog di Kaliwungu, Kendal.

Untuk mengatisipasi kericuhan saat pembagian, pihak kelurahan membagikan kupon kepada warga. Lurah Banjardowo, Soekir Dwidjosiswojo mengatakan, satu kupon bernilai 10 kg, harganya Rp 3.700/kg. ''Terserah Ketua RT, apakah nanti warga langsung membeli atau dikumpulkan jadi satu,'' ujarnya. (dky-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA