| Selasa, 27 Februari 2007 | SEMARANG |
PRT Warga Korea DihajarSEMARANG SELATAN- Seorang pembantu yang bekerja di rumah bos PT Arisa Mandiri Pratama dihajar seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya, Minggu (25/2) sekitar pukul 21.00. Yati alias Pepak (37) yang bekerja di rumah Soo Gil-kim (64) warga Korea yang tinggal perumahan elite kawasan Bukitsari itu, dipukul di bagian kepala dengan menggunakan potongan besi. Akibatnya, korban menderita luka serius dan dilarikan ke ruang UGD RS St Elisabeth untuk mendapatkan perawatan intensif. Korban hingga kemarin siang belum bisa dimintai keterangan itu, lantaran rahangnya retak, dan kelima gigi tanggal. Tak hanya itu, pelipis kanan korban berlubang serta telinganya robek. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku. Diduga pelaku kenal dengan korban. Pasalnya, beberapa barang milik Soo Gil-kim dan korban tidak ada satu pun yang hilang. Bahkan, dompet korban yang berisi Rp 300.000 serta sebuah laptop milik sang majikan yang tergeletak di kamar tidak dijamah. "Meski demikian kami belum bisa menyimpulkan motifnya, masih misteri. Sebab korban hingga kini belum bisa dimintai keterangan, karena lukanya yang parah," kata Kapolres Semarang Selatan AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas melalui Kasatreskrim AKP Khundori SH, saat dihubungi Senin (26/2) pagi. Selain tidak ada barang yang dicuri, kejanggalan lain adalah pelaku bisa masuk dengan leluasa. Tak ada tanda-tanda bekas kekerasan di pagar dan pintu masuk rumah. Guna mengungkap kasus yang diduga percobaan pembunuhan tersebut, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Belum Bicara Selain Soo Gil-kim dan istrinya, Lee Myung-gi (54), yang kali pertama mengetahui kejadian tersebut, polisi juga memeriksa dua satpam perumahan. Mereka adalah Mudakhir dan Dody yang malam itu piket dan membantu pemilik rumah membawa korban ke rumah sakit. Polisi kesulitan melakukan pengembangan karena satu-satunya saksi yang melihat ciri-ciri pelaku adalah korban. "Dia belum bisa diajak bicara, dan kami masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengembangkan kasus tersebut," kata Khundori. Menurut Kasatreskrim, kali pertama yang mengetahui kejadian tersebut adalah Gil-kim dan istrinya, usai bepergian. Kedua majikan itu curiga lantaran rumah dalam keadaan terkunci. Padahal saat ditinggal pergi, korban ada di dalam rumah. Ketika masuk menggunakan kunci duplikat, Gil-kim dan istrinya kaget mendapati korban tergeletak bersimbah darah di dalam kamarnya. Saksi segera memanggil satpam perumahan dan langsung membawa korban ke RS St Elisabeth. Bos PT Arisa Mandiri Pratama itu kemudian melapor ke polisi. Hingga kini anggota Polres Semarang Selatan berkoordinasi dengan Unit Resmob Polwiltabes Semarang melacak keberadaan pelaku. (H21,D12-18) |