| Selasa, 27 Februari 2007 | EKONOMI |
Pertamina Dongkrak Pasar IndustriSEMARANG- Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV Jateng-DIY berupaya melonjakkan angka penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk pasar industri. Setahun terakhir, Pertamina telah kehilangan pasarnya sebesar 112.000 kiloliter atau 38% dari target 292.000 kiloliter. Hal itu akibat banyak industri yang beralih ke energi listrik dan batu bara untuk efisiensi paska-kenaikan harga BBM Oktober 2005. General Manager UPMS IV, Endang Sri Siti KH, mengatakan sektor industri yang beralih itu di antaranya tekstil, keramik, gelas, dan makanan. Sektor itu menilai pemakaian energi listrik atau batu bara lebih mampu mengurangi biaya operasionalnya. Karenanya, pihaknya akan menambah fasilitas dan pelayanan bagi konsumen industri, agar untuk menarik pasar yang hilang itu. Saat ini, UPMS IV mencoba menggandeng sejumlah bank BUMN untuk penyaluran kredit bagi konsumen Pertamina dari kalangan industri kecil. Diharapkan jalinan kemitraan itu mampu memberi kemudahan dalam mendapatkan kredit untuk peningkatan modal kerja. Sebelumnya, Pertamina juga telah mengembangkan program pemberian diskon 1-4% untuk pembelian BBM dengan jumlah volume tertentu. ''Persaingan dengan trader BBM pun kini juga tak bisa dielakkan. Era bisnis sudah terbuka. Sebagian industri memilih BBM non-Pertamina karena harganya lebih murah,'' katanya Senin (26/2). (H22-59 ) |