logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 EKONOMI
Line

SBI Bakal Tembus Rp 300 Triliun

  • Jika Fungsi Intermediasi Tak Diperbaiki

JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengkhawatirkan dana yang terparkir pada instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada akhir tahun 2007 akan melebihi angka Rp 300 triliun.

Itu terjadi jika fungsi intermediasi perbankan tidak segera diperbaiki.

"Kepada pemerintah saya sampaikan pada akhir tahun, bahwa dengan mudah sekali SBI mencapai Rp 300 triliun," kata Gubernur BI dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan angka SBI pada 9 Februari 2007 telah mencapai Rp 238,8 triliun. Dari bunga SBI per tahun saja, akan ada potensi tambahan Rp 25 triliun dan dari bunga SUN sekitar Rp 60 triliun.

"Itu sudah Rp 85 triliun. Andaikata ada modal masuk 1 miliar dolar AS (tambahan-red) bunganya sekitar Rp 15 triliun," katanya.

Menurutnya kalau perekonomian tidak cepat bergulir dan risiko di sektor riil tidak segera dikurangi, maka bunga tadi akan kembali terkumpul di SBI.

Menurut data BI, kelompok terbesar bank pemilik SBI adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang mencapai 37 persen dari total SBI atau sebesar Rp 91,47 triliun.

Sedangkan posisi kedua dan ketiga ditempati oleh bank pemerintah dan BPD yang masing-masing mencapai 17,5 persen dan 16 persen atau sekitar Rp 40,9 triliun dan Rp 34,6 triliun.

BRI Siap Alihkan

Dirut BRI Sofyan Basir menyatakan rencana bank sentral menghapus fasilitas Sertifikat Bank Indonesia (BI) diyakini tidak akan berpengaruh pada bank tersebut.

Bahkan bank yang berbasis pada perekonomian rakyat ini siap memindahkan sekitar Rp 8 triliun dana yang selama ini ditempatkan di SBI ke penyaluran kredit.

Ia mengatakan dana bank itu yang ditempatkan di SBI makin mengecil setiap bulannya.

Bahkan pada akhir Februari 2006 kemungkinan penempatan dana BRI di SBI sudah di bawah Rp 10 triliun.

''Jadi dampak penghapusan SBI terhadap BRI tidak begitu besar. Karena dana pihak ketiga kami mencapai Rp 124 triliun. Kalau (dana yang dikeluarkan dari SBI) antara Rp 8 triliun, itu tidak membawa dampak,'' katanya.

Sofyan justru berharap rencana penghapusan SBI tersebut positif bagi BRI.

''Karena kami bisa memindahkan SBI ke dalam bentuk outstanding kredit,'' tambahnya usai penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama dengan Serikat Pekerja BRI.

Disebutkan, rencana penyaluran kredit bank BUMN itu tahun ini Rp 20 triliun. Porsi terbesar disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (MKM), yakni 87%.

Sedangkan 13% sisanya disalurkan sebagai kredit korporasi.(A20,bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA