| Selasa, 27 Februari 2007 | BUDAYA |
DKK Minta SekretariatKUDUS-Dewan Kesenian Kudus (DKK) meminta fasilitas sekretariat. Ngatmin Alimanda selaku ketua menyampaikan hal itu saat bertemu dengan Kabag Sosial Setda Kudus Heru Fathoni dan Kepala Seksi Kebahasaan, Kesenian, dan Nilai Tradisi Diparbud, Giyono. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Fathoni, Jumat (23/2). Menurut Alimanda, sejak gedung lama milik DKK dialihfungsikan, dia sampai kini belum mendapat penggantinya. Gedung lama berada di area Rumah Dinas Wakil Bupati, namun, sejak tahun lalu gedung tersebut beralih fungsi menjadi tempat penginapan untuk tamu daerah. Alimanda mengaku pernah ditawari untuk menempati salah satu ruangan di Setda. Selain itu, dia juga pernah ditawari untuk menempati Museum Kretek. Namun semuanya tidak ada tindak lanjutnya sehingga dia merasa bingung. Heru Fathoni meminta agar Diparbud memperhatikan kebutuhan itu dan mengusulkan agar memberi fasilitas sekretariat beserta kelengkapannya. "Itu hanya usulan, bukan berarti saya mau mencampuri urusan Diparbud," jelasnya. Terlalu Jauh Sementara Giyono menyatakan, sebetulnya Diparbud telah menawarkan lokasi di Taman Budaya Kudus. "Di sana kami pandang cukup strategis, mengingat kelengkapanlain seperti joglo kecil dan besar sudah ada," jelasnya. Selain itu, ada juga ruangan yang menurutnya cukup representatif untuk menjadi sekretariat. Namun menurutnya, waktu itu, pihak DKK menolak dengan alasan terlalu jauh. Taman Budaya Kudus menempati Kantor eks-Kawedanan Cendono, sekitar 10 km dari pusat kota. Giyono menambahkan, jika DKK bersedia untuk menempati Taman Budaya dia akan segera merealisasikannya. Alimanda sendiri kemarin mengaku masih harus berbicara dengan rekan-rekan di kepengurusan untuk menerima atau tidak tawaran tersebut. (dit-45) |