logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 BUDAYA
Line

Haflah Seni dan Dakwah

PENAMPILAN empat budayawan di Masjid Asy Syuhada, Pekalongan, Sabtu (24/2) malam, membius pengunjung sehingga mereka tak beranjak dari tempat duduknya hingga acara usai.

Ya, malam itu digelar "Haflah Seni dan Dakwah" dengan menghadirkan Syu'bah Asa, Taufik Ismail, KH Mustofa Bisri, dan Habib Muhammad Luthfiy.

Syu'bah Asa tampil paling awal. Lelaki yang berperan sebagai DN Aidit dalam film Pemberontakan G30S/PKI itu, tampil sekitar satu jam untuk menyampaikan berbagai perkembangan seni Islam di Pekalongan.

Tak kalah menarik adalah penampilan H Taufik Ismail. Putra H Goffar Ismail dari Pekalongan itu begitu menjiwai membacakan puisi-puisi karyanya sendiri.

Tak ayal, setiap dia selesai membaca puisi, pengunjung memberikan tepuk tangan. Dalam acara itu, Taufik membacakan empat judul puisinya, yakni "Sajadah Panjang", "Ketika Mau Disembelih", "Doa Rasul", dan "Membaca Pikiran Imam Shalat Subuh".

Mustofa Bisri atau biasa dipanggil Gus Mus mendapat giliran ketiga, setelah Habib Luthfiy minta tampil terakhir karena sebagai tuan rumah.

Kiai Kharismatik dari Rembang itu mengkritik tingkah laku masyarakat saat ini yang tidak berubah sikap meski terus mendapatkan ceramah agama berkali-kali.

"Saya itu sering diundang untuk mengisi ceramah-ceramah agama. Dalam berbagai acara peringatan hari besar Islam, saya terus diundang mengisi. Namun, kenyataannya tidak ada perubahan. Yang berselisih terus berselisih. Yang korupsi juga terus korupsi," tuturnya.

Setelah ceramah, Gus Mus melanjutkan membaca cerpen yang dinilainya terbaik selama ini, yakni yang berjudul "Gus Jakfar". Sedangkan Habib Luthfiy tampil beda dengan memegang organ sambil menyanyikan lagu "Senandung dan Shalawat".

Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad menegaskan, acara itu akan digelar lagi di tahun-tahun mendatang dalam rangka dakwah Islam agar Kota Pekalongan bisa terwujud menjadi kota yang religius. (Trias Purwadi-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA