logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Februari 2007 BUDAYA
Line

Mengabadikan Kebesaran Islam

JAKARTA-Jajaran foto itu tertata rapi di Auditoriun Universitas Paramadina Mulya, Jakarta. Puluhan foto hasil karya Peter Sanders, seorang fotografer terdepan dari Inggris Raya, membidik dengan cerdik dan bijak semua aktivitas umat Islam di dunia.

Menghadirkan gambar-gambar yang mencitrakan hubungan harmonis antara budaya Islam dan sekuler Barat, Peter berikhtiar mengedepankan efek kedamaian dari hasil jepretannya.

Siapakah Peter Sanders, yang memulai karier fotografi pada pertengahan 1960-an, ketika dia mengabadikan sejumlah ikon musik ternama seperti Bob Dylan, Jimmy Hendrix, The Doors, The Who, dan Rolling Stone.

Peter adalah seorang fotografer yang terkenal karena mendedikasikan kemahirannya dengan fokus utama kegiatan orang muslim, teristimewa yang tinggal di daerah terpencil dan tradisional seperti Mauritania, Handramawt, China, dan Jepang.

Bukunya berjudul "In the Shade of the Three", dan "Meeting with Mountains" yang mengisahkan kehidupan syeikh dan ulama besar Islam yang ia temui selama 35 terakhir, laris manis di pasaran.

Menyejukkan

Lewat ketajaman intuisi menghadirkan gambar-gambar yang universal yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan keseharian, dia menghadirkan Islam dalam warna yang lain. Warna yang menyejukkan.

Lihatlah karya berjudul "Friendly Face on the Neighbourhood Streets" yang menggambarkan dua polisi berlaian kultur. Seorang polisi bernama Hasan Malik yang berbicara dengan koleganya seorang Inggris asli.

Demikian halnya dengan karya lainnya seperti "An International Family" yang diberi keterangan tentang pasangan multinasional dengan latar belakang keluarga dari berbagai belahan negara dari Skotlandia, Inggris, Jepang, Kuwait, hingga Mesir.

Sementara "The Cat is Back" yang menggambarkan Yusuf Islam sedang menggendong kucingnya, juga tak kalah apiknya. Yusuf Islam adalah penyanyi balada ternama bernama asli Cat Steven sebelum memeluk Islam.

Sungguh, di tangan Peter Sanders, yang diawal tahun 70-an beralih kedunia spiritual dan membuatnya "mendekati Islam", keindahan perbedaan antara Islam dan sekular Barat menjadi sangat harmonis. (Benny Benke-45).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA