| Selasa, 27 Februari 2007 | BUDAYA |
Saatnya Bertutur tentang Pahitnya CintaSEMARANG-Grup musik Club Eighties (Club 80's) merilis album anyar bertajuk Summer Moved On. Tema cinta tetap mendominasi dalam album yang berisi 16 lagu itu. Hanya saja bila dibandingkan album sebelumnya, lagu-lagu dalam album baru itu lebih menonjolkan sisi gelap cinta yang penuh kesedihan dan penderitaan. Soal komposisi musik, grup yang beranggotakan Lembu Wiworo Jati (vokal), Vincent Rompies (bas), Cliffton Rompies (gitar), Sukma Perdana Manaf (kibor), dan Deddy Desta (drum) itu tetap memanjakan friends club (sebutan bagi penggemar Club 80's-Red) dengan musik era 80-an. "Bila sebelumnya kami sudah banyak bertutur tentang manisnya cinta maka kali ini giliran kami bercerita tentang pahitnya cinta. Lagu-lagu itu terinspirasi dari pengalaman pribadi para personel band maupun teman-teman kami," tutur Lembu usai tampil di Semarang beberapa waktu yang lalu. Boleh dibilang album Summer Moved On merupakan repackage album Summer 83. Album baru itu memuat 12 lagu yang ada di album Summer 83 plus empat lagu baru. Keempat lagu baru itu semuanya mengisahkan pahitnya cinta. Yakni "Cinta dan Luka", "Jeng Dara", "Tapi Aku Suka Pacarmu", dan "Jangan Pernah Kembali". Simak saja lirik lagu "Cinta dan Luka" yang begitu mendalam menggambarkan perasaan seseorang yang sedang patah hati. Lagu itu sekaligus menjadi andalan. Semua yang kurasakan tak mungkin dapat kuhapuskan/Walau kau bersamanya menjalinkan kisah nyata/Dan terluka../Setiap tetes airmata/Selalu kau menangis di pelukku/Namun setiap saat kau bahagia/Selalu kau memilih bersamanya/. Desta mengakui musik Club 80's banyak berkiblat pada Duran-Duran, A-Ha, serta Air Supply. (Hernandhono-45) |