logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Februari 2007 BANYUMAS
Line

POTENSI

Tambang Emas di Cilacap Cukup Besar

  • Oleh: Agus Sukaryanto

KABUPATEN Cilacap memiliki potensi pertambangan yang cukup besar. Sebagian sudah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, sebagian lagi belum digali. Potensi yang belum digali antara lain pertambahan emas di Kecamatan Majenang dan Karangpucung serta batu bara di Kecamatan Dayeuhluhur.

Selama ini, kegiatan sektor pertambangan sering dituding tidak ramah lingkungan dan menjadi sumber pencemaran. Tudingan tersebut tidaklah selalu benar. Sebab, setiap kegiatan pertambangan harus mematuhi persyaratan ketat.

''Setiap industri pertambangan dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip pertambangan yang benar, termasuk dalam mengelola lingkungan hidup di sekitarnya,'' kata Bupati Cilacap H Probo Yulastoro, kemarin.

Menurut Bupati, Pemkab memiliki komitmen untuk mempertahankan kelestarian dan daya dukung lingkungan. Jadi, sebelum suatu kegiatan dimulai, harus dilakukan studi Amdal. Selain itu, setiap pelaku penambangan juga diwajibkan melakukan reklamasi, untuk mengembalikan fungsi lingkungan setelah kegiatan penambangan selesai.

Kabupaten Cilacap, lanjut Probo, memiliki sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi serta bahan tambang lain seperti batu kapur, batubara, tanah uruk, pasir, dan batu. Bahan galian tersebut memiliki prospek yang cerah, sebagai modal dasar untuk menggerakan roda pembangunan.

Rembesan Minyak

Potensi minyak dan gas bumi terdapat di Kecamatan Cipari. Indikasinya, di sana telah ditemukan rembesan minyak. Bahkan beberapa waktu lalu telah dilakukan pengeboran di sumur uji coba sampai kedalaman 3.200 meter.

Potensi tersebut sebenarnya tersebar dalam wilayah penyelidikan seluas 5.366 km2. Mencakup wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, dan Ciamis.

''Namun pihak Lumdin B.V, selaku investor yang melakukan pengeboran di Cipari, menilai kegiatan eksplorasi tersebut kurang ekonomis sehingga semua kegiatannya dihentikan,'' jelasnya.

Di daerah hilir, terdapat industri migas yaitu PT Pertamina UP IV. Perusahaan itu memasok 30 persen kebutuhan BBM nasional. Setiap hari, kilang UP IV mengolah 230.000 barel minyak mentah.

Di wilayah itu juga terdapat bahan tambang batubara. Tepatnya di Kecamatan Dayeuhluhur. Potensi nilai kalorinya mencapai 4.500 Kcal/kg, jenis batu bara muda (lignite).

Untuk potensi pasir besi, penambangan pasir besi dilakukan sejak 1970-2003 dengan produksi 6.988.365 ton. Potensi ini tersebar mulai dari Pantai Teluk Penyu sampai Pantai Widarapayung. PT Aneka Tambang pada 2003 lalu menghentikan kegiatannya dengan alasan teknis.

Meski sudah ditambang sejak 1970, tapi cadangan pasir besi masih banyak terdapat di Desa Glempangpasir dan Bunton, Kecamatan Adipala. Serta di Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun. Potensi kandungannya mencapai 879.501 ton.

''Kita juga punya potensi tambang emas di Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang dan Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung. Potensi kandungan emas di Majenang diperkirakan mencapai 4.000 kg. Sedangkan yang di Karangpucung, sampai sekarang belum dilakukan penelitian lebih lanjut,'' jelasnya. (55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA