| Sabtu, 17 Februari 2007 | SALA |
Ditampar Guru, Lapor ke PolisiKLATEN - Handoko Yudho Sutrisno (16), warga Kios Pasar Srago, Klaten Tengah, mengadukan seorang guru BP di sekolahnya, Jumat siang (16/2) kemarin, ke polisi. Siswa kelas tiga SMPN VI itu bersama kakaknya mendatangi Polres Klaten, karena tidak terima dirinya ditampar Narsudin (40), gurunya, gara-gara tak memakai seragam pramuka. "Seragam saya belum kering karena hujan," kata Handoko. Ketika masuk kelas pada pukul 07.00, dia ditegur guru BP-nya itu karena masuk sekolah memakai seragam putih-putih. Padahal, siswa yang lain berseragam pramuka lengkap. Dia menjawab bahwa seragam pramukanya basah. Bocah berbadan kekar itu minta sang guru agar memarahi juga anak lain yang pada hari itu tak memakai seragam pramuka. Rupanya Nasrudin tersinggung. Dia pun menampar Handoko sebanyak enam kali. Merasa diperlakukan kasar, siswa tersebut pulang dan tak lagi kembali ke sekolah. Di rumah, dia mengadu ke kakaknya, Rudi (25). Keduanya kemudian memutuskan melapor ke Polres Klaten. "Kalau tidak ada seragam, apa tidak boleh sekolah?" tanyanya. Sosok Sabar Rudi menyatakan tidak bisa menerima perlakuan Nasrudin pada adiknya. Nasrudin, saat akan ditemui di sekolah untuk dimintai konfirmasi, kemarin, ternyata sudah pulang ke rumah. Menurut beberapa guru, Nasrudin diduga menampar Handoko secara spontan karena mendapat jawaban tidak enak dari muridnya. "Dia dikenal sebagai orang yang sabar dan dekat dengan semua siswa," kata seorang guru SMPN VI. Kapolres Klaten AKBP Drs Suwarno melalui KA SPK Ipda Sugeng membenarkan adanya laporan dari Handoko itu. (H34-58) |