| Sabtu, 17 Februari 2007 | SALA |
Ribuan Orang Hadiri Acara Buka Luwur Makam PantaranBOYOLALI - Ribuan peziarah mengikuti upacara ritual buka luwur makam Syech Maulana Malik Ibrahim Maghribi di Dusun Pantaran, Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Jumat (16/2) kemarin. Mereka bukan hanya datang dari Boyolali, melainkan juga daerah lain yang cukup jauh, termasuk Solo, Semarang dan Yogya. Acara buka luwur atau penggantian kain penutup makam tokoh penyebar agama Islam pada era Kerajaan Demak Bintoro itu dimulai dengan kirab kain pengganti, mulai dari kediaman juru kunci makam, Sardjono, yang jaraknya 300 meter. Sesampai di depan pintu makam, kain mori yang akan digunakan untuk menutup makam diserahkan oleh Sarjono kepada Bupati Boyolali Sri Moeljanto. Selanjutnya, muspida dan para abdi dalem menuju makam untuk mengganti kain mori. Potongan kain bekas luwur makam Ki Ageng Pantaran itu selanjutnya dipotong-potong untuk dibagikan kepada para peziarah. Potongan kain serta bekas sesaji diyakini dapat memberikan berkah pada peziarah. Kain tersebut diyakini bisa mendatangkan keselamatan dan kesuksesan dalam berdagang atau berkarier. Bahkan, hiasan janur pelengkap acara habis diambil para peziarah. Di luar kompleks makam, ribuan orang memanjatkan doa bagi arwah leluhur yang dimakamkan di kompleks tersebut. Mereka juga membawa ubarampe berupa makanan dengan lauk opor ayam dan sayur, serta makanan kecil. Makanan langsug dibagikan kepada sanak keluarga dan pengunjung, usai pembacaan doa. Aset Budaya Sarmudi (54), warga Susukan, Kabupaten Semarang, mengaku baru kali pertama datang ke Makam Ke Ageng Pantaran. Dia mengaku ingin sekali mengetahui prosesi tahunan penggantian luwur. "Anak saya yang menikah dengan seorang warga Pantaran bercerita tentang prosesi buka luwur. Saya pun tertarik untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri dan turut ngalap berkah," ujarnya. Sedangkan Ny Sarni (57), asal Gunungkidul, DIY, mengaku selalu hadir dalam acara buka luwur Pantaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Di luar acara tahunan itu, dia bahkan sering datang sendiri untuk berdoa. "Hampir setiap Jumat saya ke sini. Ya, pergi sendirian, naik bus dari Yogya. Sampai di Ampel. naik colt, lalu naik ojek hingga ke makam." Dalam sambutannya, Bupati Sri Moeljanto mengatakan ritual buka luwur itu merupakan salah satu aset budaya yang sengaja dikembangkan oleh pemerintah. Pada kesempatan tersebut, dia memberikan bantuan uang Rp 5 juta untuk merehab mushala. Diharapkan, pada masa depan acara tersebut bisa dikemas dengan baik sehingga menarik wisatawan. (G10-58) |