| Sabtu, 17 Februari 2007 | SALA |
Hanyut, Mahardika Belum DitemukanSOLO-Korban jiwa akibat banjir Kamis sore lalu bertambah. Mahardika (14) warga Kedungtungkul, Mojosongo, Jebres hanyut di Kali Anyar saat melihat luapan air sungai bersama kawannya. Hingga kemarin jasad anak Suparlan itu belum ditemukan. Kejadiannya berawal ketika siswa kelas 3 SMP Kristen 4 Solo itu nongkrong di pinggir sungai bersama Elvin, Dio, Purwanto, dan Dimas, tetangga dan kawan satu sekolah. Mereka menonton aliran sungai yang deras setelah hujan lebat mengguyur. Mahardika yang berdiri pada sebongkah batu tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke sungai. Dia terseret arus sungai yang deras. Elvin terjun berusaha menolong kawannya. Namun arus yang deras membuat ia kewalahan. Warga menyusuri sungai berusaha mencari Mahardika. Namun sampai pukul 23.00 belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan kemarin dan tetap belum berhasil menemukan jasad korban. "Tim SAR sudah digerakkan untuk membantu mencari korban," kata Kapolsektabes Jebres AKP Sinta mewakili Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto, kemarin. Banjir Kamis sore lalu juga merenggut nyawa Priyono (19). Tukang tambal ban asal Kedung Pring, Njuwok, Sukodono, Sragen itu tewas di gorong-gorong di pinggir Jalan Ir Sutami, Jebres. Hujan deras Kamis lalu juga menyebabkan rumah Eko Triyanto (27) warga Jagalan Jebres, ambruk. (fan-27) |