| Sabtu, 17 Februari 2007 | SALA |
Warga Datangi PT Sari WarnaSOLO-Puluhan warga Jagalan dan Pucang Sawit, Jebres, kemarin mendatangi PT Sari Warna. Pabrik tesktil yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Pucang Sawit, Jebres itu dinilai menjadi penyebab banjir di dua kampung itu, Kamis sore. Pasalnya, bangunan di sisi utara perusahaan itu dibangun di atas gorong-gorong sehingga aliran air tidak lancar dan selalu meluap membanjiri permukiman warga jika hujan deras turun. Warga menuntut bangunan di atas saluran air itu dibongkar. Mereka ditemui HRD Manager, Usman Nainggolan, serta beberapa orang manajemen perusahaan. Warga mengungkapkan bangunan di utara pabrik dibangun tanpa izin dan menyalahi aturan, karena didirikan di atas saluran air. "Selokan ditutup saja salah, tetapi malah di atasnya didirikan bangunan permanen. Tiap kali hujan deras kampung kami selalu kebanjiran," tutur Agus, warga Jagalan. Warga juga mengatakan di bawah bangunan pabrik PT Sari Warna Textile selokan itu menyempit dan dangkal. Lebarnya tidak sama dengan lebar gorong-gorong di depan pabrik yang sekitar 2,5 m. Pertemuan memanas karena perusahaan tidak bisa mengambil keputusan atas tuntutan warga. Usman mengatakan pihaknya akan menyampaikan dulu tuntutan warga kepada pemimpin perusahaan. Bertemu Lagi Jawaban itu membuat warga emosi. Mereka keluar dari ruang pertemuan sembari melontarkan kata-kata bernada kecewa kepada wakil perusahaan. "Sudah, bongkar saja langsung !" teriak beberapa orang warga. Berkali-kali wakil warga keluar masuk ruang pertemuan untuk membicarakan persoalan tersebut dengan wakil perusahaan. Sekitar pukul 11.30 pertemuan yang berlangsung sejak pukul 09.30 berakhir setelah Usman menyatakan akan berbicara dengan pemimpin perusahaan dan berjanji bertemu lagi Selasa, pekan depan. Warga lalu membubarkan diri. Ditemui usai pertemuan Usman mengatakan diharapkan Selasa mendatang ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. (fan-27) |