logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Februari 2007 SALA
Line

Rp 26,7 Miliar untuk Tangani Banjir

  • Curah Hujan di Atas Rata-rata

SOLO-Untuk mengatasi banjir tahun ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta mengusulkan anggaran senilai Rp 26,7 miliar.

Dana tersebut antara lain untuk menurunkan siphone, yakni menambah kedalaman talut di belakang Balekambang 1,5 m senilai Rp 1,7 miliar.

"Pintu air di Putat pun diusulkan diperbaiki dengan anggaran Rp 15 miliar. Selain itu pengadaan rumah pompa , pompa, serta normalisasi saluran dan pembuatan sudetan menuju Kali Anyar di Nayu, Kadipiro dengan dana Rp 10 miliar," ujar Ir Endfah Sitaresmi, Kasubdin Drainase DPU, kemarin.

Menurut dia, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab banjir yang terjadi di sejumlah kawasan, Kamis sore lalu. Curah hujan melebihi rata-rata, yakni 360 mm dari biasanya 220 mm.

"Memang belum mencapai puncaknya, tetapi yang terjadi kemarin (Kamis-Red) sudah melebihi rata-rata. Tahun lalu bahkan sampai 660 mm," jelasnya.

Beberapa titik yang tergenang, lanjut dia, antara lain Kalitan dan sekitar Kantor Pengadilan Negeri disebabkan oleh saluran yang sempit. Di kawasan Kota Barat, tepatnya Jalan Dr Muwardi akibat tidak ada saluran di sebelah timur.

"Padahal kawasan Solo Selatan topografinya lebih rendah dibandingkan daerah lain. Itu yang memperparah genangan sehingga tidak segera surut," imbuhnya.

Sistem Drainase

Di kawasan Sumber, kata dia, banjir disebabkan oleh sistem drainase yang kurang bagus. Pintu air di belakang Balekambang sudah rusak.

Posisi siphone (pembagi air yang digunakan untuk saluran irigasi) yang tinggi juga menyebabkan air tidak bisa lancar mengalir.

"Akibatnya, level air di Kali Gajah Putih tinggi. Itu yang menyebabkan genangan tinggi di Sumber. Siphone di pintu air Balekambang harus diturunkan," tandasnya.

Sebaliknya, kawasan yang selama ini dkenal rawan banjir, misalnya Kadipiro, Jebres, Kampung Sewu, Jagalan, dan Pasar Kliwon justru tidak tergenang, Kamis lalu.

"Alhamdulillah Bengawan Solo tidak meluap sehingga kawasan yang biasa dilanda banjir malah aman-aman saja," ungkapnya.

Kemarin Wali Kota Joko Widodo menerjunkan tim dari DPU untuk mencari solusi dalam menangani banjir. Dia memerintahkan pengedukan walet atau sedimentasi di beberapa saluran dalam seminggu hingga dua minggu ini. (G13-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA