| Sabtu, 17 Februari 2007 | SEMARANG |
LAPORANIngin Sekolah, Terkendala Biaya
MASIH ingat dua bocah kembar yang seluruh tubuhnya bersisik? Namanya Dina Kusumawati dan Nina Kusumawati yang kini telah berusia enam tahun dan tahun ini akan masuk sekolah. Dulu orang tua mereka Sunarto dan Riyanti, menyembunyikan si kembar karena malu, kini sudah tidak lagi. Bahkan, anak itu sudah terbiasa bermain dengan anak-anak lainnya di RT 6 RW 5 Kompleks Perumahan Sub Inti RT 6 RW 5 Dukuh Kenteng, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga. Para tetangga keluarga itu pun sudah tidak takut, karena kondisi kulit bersisik yang dialami Dina dan Nina tidak menular. Di kompleks perumahan itu keduanya bak selebritis, setelah diberitakan Suara Merdeka, dua tahun lalu. Terlebih lagi, Dina dan Nina sudah kerap muncul di televisi yang mengisahkan kondisi fisik, terutama kulit mereka yang bersisik. Desember 2006 lalu, kedua bocah yang tidak suka makan nasi itu diundang untuk tampil di acara Dorce Show, di Trans Tv. Sunarto mengungkapkan, tahun ini Dina dan Nina akan didaftarkan ke sekolah. Sebenarnya mereka sudah masuk TK dua tahun lalu, tetapi karena tidak ada biaya, rencana itu tidak terwujud. Mereka khawatir jika anak itu sekolah bakal dijauhi teman-temannya. Serbaterbatas Tahun ini mereka akan disekolahkan di sebuah SD tidak jauh dari tempat tinggal mereka. ''Pokoknya saya akan berusaha keras agar kedua anak saya dapat sekolah, meski dengan kondisi keuangan serbaterbatas,'' kata Sunarto. Dia berharap program pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah dapat membantunya menyekolahkan anak-anaknya, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Dia ingin anaknya mendapatkan kemudahan biaya selama bersekolah. ''Saya sangat bersyukur jika sekolah anak saya gratis,'' ujarnya. Sebagaimana diketahui, kondisi fisik Dina dan Nina yang terlahir dari pasangan keluarga miskin tersebut awalnya normal. Namun, setelah beberapa minggu tiba-tiba tubuh mereka berubah dan muncul sisik di sekujur tubuh, mulai dari kaki hingga kepala. Sisik pada kulit kerap menimbulkan gatal-gatal ketika bagian kulit yang kering akan terkupas. Kembar yang lahir 28 Mei 2001 itu ketika kecil pernah diobati, tetapi karena biaya salep pelembab mahal, pengobatan dihentikan. Tidak ada jalan lain yang harus ditempuh, selain membiarkan Dina dan Nina tetap bersisik. Keanehan lain yang dialami adalah keengganan keduanya menyantap nasi. Sebagai ganti mereka diberi jajanan atau makan roti untuk pengisi perut, serta susu sapi murni. Jika disodori nasi, mereka akan meronta dan menangis. Saat tidur mereka tidak berselimut, karena akan menangis jika kepanasan dan tubuh terasa gatal jika mengeluarkan keringat. Bahkan jika sakit, orang tua mereka tidak berani mengoleskan minyak kayu putih dan balsam, karena akan terasa panas. Sementara, untuk melembabkan tubuh mereka, Sunarto memberi minyak kelapa yang dicampur dengan pengharum. (37) |