logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Februari 2007 SEMARANG
Line

Penghuni Panti Wreda

Dimakamkan Tanpa Perhatian Keluarga

INNALILLAHI wa inna ilaihi roji'un. Demikian kalimat yang terlontar dari penghuni Panti Wreda Pucang Gading, ketika berita duka cita disampaikan Jumat (17/2) pagi di sepanjang selasar bangsal. Dari penuturan para pekerja sosial yang sedang bertugas, mereka tahu, Muri (70), wanita warga Ngemplaksimongan, Semarang Barat telah tutup usia.

Itu berarti, satu lagi sahabat dan kawan akrab di masa senja, telah berpulang untuk selamanya. Kepergian wanita renta itu, barangkali bukan hal yang istimewa. Petugas juga tidak mempersiapkan upacara pemakaman secara mencolok. Bahkan, tidak terlihat kerabat dekat almarhumah di panti yang berkapasitas 115 orang tersebut.

"Situasi pemakaman kelayan kami memang sedikit berbeda dibanding dengan masyarakat yang lain. Bedanya, beberapa jenazah dikebumikan tanpa dihadiri sanak famili. Ada yang memang tidak punya keluarga, namun ada yang memang tidak diperhatikan keluarga," kata Mochamad Badrun SH, Kepala Panti Wreda Pucang Gading.

Sebuah ambulans baru, dipersiapkan untuk mengangkut jenazah. Demikian juga dengan penggalian liang lahat di TPU Kedungmundu.

Perawatan jenazah usai setelah shalat jumat. Karena pihak keluarga tak kunjung datang, tubuh dingin wanita itu akhirnya dimasukkan ke dalam ambulans. Tak lama, mobil putih H- 9585- PG itu berjalan menyusuri Jl Raya Pucang Gading.

Salamah (84), penghuni panti, mulutnya bergetar saat mengirimkan doa untuk sahabatnya. "Semoga Tuhan mengampunimu. Kami yang di sini pasti menyusul kepergianmu," ucapnya lirih. (Heri Santoso-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA