| Sabtu, 17 Februari 2007 | SEMARANG |
''Makan Naga, Aduh Gurihnya...''
JUMAT (16/2) siang, Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) menetapkan naga terbang raksasa yang dibuat Hotel Grand Candi, sebagai yang terpanjang yang pernah dibuat. Seluruh tubuh naga sepanjang 29,5 meter yang dibuat dalam rangka Imlek itu berbalut mentega. Bagaimana proses pembuatannya? Bagaimana pula reaksi para tamu terhadap naga mentega itu? Selain Sun Go Kong, si kera sakti dalam cerita rakyat Cina, siapa yang tak jeri pada Sang Naga? Binatang mitologis itu sungguh memiliki tampang yang menyeramkan. Tapi, kalau melihat naga raksasa yang melayang di atas lobi Hotel Grand Candi, tak perlu memiara rasa takut dalam diri Anda. Soalnya, itu hanyalah replika naga yang terbuat dari mentega putih. Ya, kreativitas Divisi Food & Beverage hotel berbintang lima itu, memang berhasil menghadirkan sosok naga mentega yang ''ruaarr biasa...'' Dilihat dari tampangnya, gambaran naga yang menyeramkan berhasil dihadirkan. Seperti seringai yang seperti ingin menelan apa saja di hadapannya. Mulutnya penuh dengan gigi yang semuanya taring. Belum lagi dua helai misai di depan hidungnya. ''Seram juga sih, kalau melihat. Taringnya itu sungguh menakutkan,'' kata Ricky, salah seorang pengunjung. ''Tapi baunya enak, seperti rendang. Makan naga, aduh gurihnya,'' celetuk pengunjung lainnya. Ya, dalam rangka menyambut sincia alias Tahun Baru Imlek 2558, Hotel Grand Candi membuat naga terbang raksasa. Agar menjadi sesuatu yang istimewa, naga itu dibalut dengan mentega putih yang biasanya digunakan untuk membuat tart. Tak tanggung-tanggung, patung yang didesain oleh Mr Teng Gee Siong dari Divisi Kitchen itu menghabiskan lebih dari setengah ton mentega putih. Pengakuan Muri itu membuat manajemen Grand Candi berbungah hati. Sejatinya, naga itu cuma disiapkan untuk menghormati tamu setia hotel tersebut. ''Kalau kemudian dicatat Muri sebagai sebuah prestasi, tentu kehormatan bagi kami,'' kata General Manager Grand Candi Hotel M Darto. (62) |