| Sabtu, 17 Februari 2007 | SEMARANG |
2006, Ada 999 Kasus CampakBALAI KOTA- Kota Semarang memiliki kasus campak cukup tinggi. Dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menunjukkan, selama 2006 terjadi 999 kasus campak. Itu merupakan kenyataan yang harus diwaspadai karena campak merupakan penyakit berbahaya dan mudah menular serta bisa menyebabkan kematian. ''Angkanya cukup tinggi, tapi alhamdulillah semua bisa ditangani dengan baik dan cepat,'' kata Kepala DKK Kota Semarang, dokter Tatik Suyarti MKes, kemarin. Dikatakannya, campak mudah menular lewat udara, baik melalui bersin maupun batuk. Tapi itu semua bisa dicegah dengan memberikan imunisasi pada balita. Terkait itu, DKK akan melaksanakan program kampanye campak dan polio 2007 mulai 20 Februari hingga 20 Maret mendatang. Rencananya, kampanye itu akan dicanangkan secara resmi oleh Wali Kota Sukawi Sutarip di TK/SD Model Sendangmulyo, Tembalang. ''Kesuksesan kampanye itu perlu partisipasi masyarakat. Saya mengimbau semua warga yang memiliki balita supaya membawanya ke Posyandu masing-masing, pada hari-H nanti,'' katanya. Penyuluhan Sementara, para kader Posyandu sesuai pengarahan Tim penggerak PKK, diminta menggerakkan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang arti pentingnya imuniasi campak, polio, dan pemberian vitamin A. YMT Kepala Infokom, Achyani SSos menjelaskan, imunisasi campak akan dilaksanakan pada 1.146 pos pelayanan. Jumlah balita sasaran, tercatat 125.865 bayi, terdiri atas 10.810 bayi usia 0-5 bulan, 17.112 bayi 6-11 bulan, dan 97.943 bayi 12-59 bulan. ''Pelaksanaannya dilakukan serentak, meliputi imunisasi campak, polio, dan pemberian vitamin A. Imunisasi campak melibatkan tenaga medis maupun paramedis, sedangkan imunisasi polio dan vitamin A dilakukan kader posyandu,'' kata dia. Untuk pelaksanaan imunisasi, telah disiapkan vaksin polio 12.083 vial (botol kecil), campak 2.139 vial, jarum suntik sekali pakai (ADS) 0,5 sebanyak 96.540 buah, ADS 5 sebanyak 1.510 buah, pelarut 267 botol, dan safety box 981 unit. (H9-56) |