| Sabtu, 17 Februari 2007 | INTERNASIONAL |
3.000 Polisi Israel Siaga di Al-AqsaJERUSALEM - Israel mengerahkan sekitar 3.000 personel polisi Jumat kemarin di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa. Pengerahan besar-besaran itu didorong kekhawatiran bakal terjadi bentrokan lagi sesuai warga Palestina shalat Jumat di masjid itu. Mufti Palestina Syekh Mohammed Hussein dan Ketua Gerakan Islam Israel Syekh Raed Salah meminta rakyat bergerak menentang penggalian di dekat kompleks masjid suci itu. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan, 3.000 polisi dan pasukan perbatasan bersiaga di sekitar Kota Tua Jerusalem. Komandan Distrik Ilan Franco mengatakan, penjagaan terhadap para jemaah masjid diperketat. Hanya pria muslim berusia di atas 50 tahun yang diperbolehkan memasuki kompleks masjid. Itupun, mereka harus mengantongi kartu identitas dari pemerintah Israel. Pengadilan Jerusalem melarang Syekh Salah memasuki area dalam radius 150 meter dari tembok-tembok Kota Tua selama dua bulan ini. Alasannya, dia dinyatakan terbukti menggerakkan demonstrasi menentang penggalian itu. Pada Jumat pekan lalu pasukan Israel bentrok dengan warga Palestina seusai shalat Jumat di masjid. Sebanyak 15 polisi dan 20 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu. Salah bertekad tidak akan menggubris keputusan pengadilan dan tetap menunaikan shalt di Al-Aqsa. Proyek penggalian itu dimulai 6 Februari lalu dan memicu kemarahan di kalangan muslim di dunia. Warga muslim di berbagai dunia menggelar protes keras. Perdana Menteri Israel Kamis lalu mengizinkan pejabat Turki menginspeksi penggalian itu. ''Tidak ada yang kami sembunyikan. Kami tidak akan menyentuh tempat suci Islam dan Kristen,'' kata Olmert. Namun, keputusan itu ditentang kubu sayap kanan karena dianggap menghina kedaulatan Israel atas wilayah pendudukan di Jerusalem timur.(rtr-gn-25) |