| Sabtu, 17 Februari 2007 | INTERNASIONAL |
AS Peringatkan Abbas soal Pemerintahan BaruJERUSALEM - Pemerintahan Persatuan Palestina baru akan dibentuk, namun Amerika Serikat sudah mengancam Presiden Mahmud Abbas. Washington memperingatkan Abbas bahwa perundingan damai dengan Israel tidak akan terjadi jika faksi Fatah pimpinannya membentuk pemerintahan dengan Hamas, kata para diplomat dan pejabat Palestina, kemarin. Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menyatakan Washington akan membuat keputusan tentang pemerintahan baru itu setelah terbentuk. Dia membantah laporan bahwa AS menolak berurusan dengan pemerintah persatuan Palestina mendatang. Diplomat penting AS itu membantah laporan bahwa seorang pejabat AS memberikan sepucuk surat kepada Abbas yang mengisyaratkan Washington tidak akan mengakui pemerintah baru Palestina yang melibatkan Hamas karena tidak memenuhi syarat-syarat penting . Menurut para diplomat dan pejabat, peringatan itu disampaikan kepada Abbas hari Kamis. AS meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pemimpin Palestina itu menjelang pertemuannya dengan Rice dan PM Israel Ehud Olmert, Senin mendatang. ''Para pejabat Amerika mengatakan kepada Abbas bahwa mereka akan memboikot pemerintahan baru itu, sanksi tidak bakal dicabut, dan langkah perdamaian tidak akan berkembang sesuai rencana,'' kata seorang diplomat di kawasan itu. Seorang pejabat Palestina membenarkan komentarnya. Berlangsung Lama Abbas, Kamis lalu, secara resmi minta PM Ismail Haniyeh (Hamas) membentuk pemerintahan persatuan. Otoritas Palestina berharap pembentukan itu akan mengakhiri pertempuran antarfaksi dan boikot bantuan oleh Barat yang diberlakukan setelah Hamas memenangi pemilihan Maret tahun lalu. Proses itu mungkin berlangsung beberapa pekan, dan perselisihan soal posisi kabinet dan nasib pasukan kepolisian ''eksekutif'' Hamas mungkin menghambatnya. Haniyeh, yang berbicara di samping Abbas pada Kamis malam, tidak menjelaskan apakah Hamas akan mencabut penolakannya untuk mengakui Israel, menghentikan kerusuhan, dan menerima kesepakatan damai yang ada seperti dituntut mediator Kelompok Empat . Dalam wawancara dengan televisi Al-Arabiya, Rice mengatakan pemerintah baru itu harus memenuhi syarat-syarat Kelompok Empat. AS, Uni Eropa, PBB, dan Rusia menyerukan pemerintah pimpinan Hamas mengakui hak eksis Israel, menghentikan aksi kekerasan, dan menyetujui perjanjian-perjanjian internasional yang telah ditandatangani.(rtr-niek-26) |