logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Februari 2007 EKONOMI
Line

Pendapatan Per Kapita Rp 15 Juta/Tahun

JAKARTA- Penghasilan penduduk Indonesia atau Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia tahun 2006 mencapai Rp 15 juta per tahun (sekitar Rp 1,25 juta per bulan).

Pendapatan tahun 2006 ini lebih tinggi dibanding 2005, meski jumlah penduduk miskin dan pengangguran belum berkurang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB per kapita tahun 2006 mencapai netto Rp 15 juta atau 1.663 dolar AS yang meningkat 18,3 persen dibanding PDB per kapita tahun 2005 sebesar Rp 12,7 juta atau 1.320,6 dolar AS.

"Jadi kalau ditanya orang-orang luar berapa PDB per kapita kita, kita bisa sedikit bangga, yaitu sebesar 1.663 dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, di kantor BPS Jalan Sutomo, Jakarta Pusat, Jumat (16/2).

Untuk Produk Nasional Bruto per kapita juga mengalami peningkatan yakni sebesar 19 persen dari Rp 12,1 juta pada 2005 atau 1.256,6 dolar AS meningkat menjadi Rp 14,4 juta atau 1.591 dolar AS pada tahun 2006.

Sementara besaran PDB tahun 2006 mencapai Rp 3.338,2 triliun bila dibandingkan harga dasar konstan tahun 2000 yang mencapai Rp 1.846,7 triliun. Dari sisi penggunaan PDB, sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yaitu 62,7 persen, lalu untuk pemerintah 8,6 persen, investasi 24 persen, dan ekspor netto 4,8 persen.

Pertumbuhan Ekonomi

Sementara pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2006 hanya mencapai 5,5 persen yang turun dibanding tahun 2005 yang sebesar 5,6 persen.

Pertumbuhan ekonomi turun karena faktor investasi yang melemah. Tahun 2004 investasi tumbuh 14,6 persen, tahun 2005 tumbuh 10,8 persen dan tahun 2006 tumbuh hanya 2,91 persen.

"Jadi terjadi suatu penurunan yang terpola. Harapan kita 2007 ada kebangkitan, saya tidak tahu caranya tapi ini memang sudah mencapai titik kulminasi," ujar Rusman.

Selain faktor investasi banyaknya bencana yang terjadi selama 2006 seperti gempa bumi di beberapa daerah telah mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi.

"Bencana telah mengambil resources untuk mendukung pembangunan baik itu dari pemerintah maupun masyarakat sendiri. Dana-dana itu digunakan untuk me-recover bencana, sehingga untuk menanamkan dana di investasi itu terhambat. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa," papar Rusman.

Menurut Rusman, jika tidak ada bencana alam PDB 2006 bisa di atas 5,5 persen. "Tapi saya tidak tahu apakah bisa mencapai 5,8 persen atau 6 persen saya belum punya hitungannya," tutur Rusman.

Semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi 13,6 persen dan terendah sektor penggalian dan pertambangan 2,2 persen.

Sumber utama pertumbuhan ekonomi adalah ekspor 4,1 persen. Diikuti konsumsi rumah tangga 1,9 persen, konsumsi pemerintah 0,7 persen, modal tetap bruto atau investasi 0,7 persen dan impor 2,8 persen. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA